Taman Anggrek yang berada di Kelurahan Pantai Amal kian tahun kondisinya makin memperihatinkan, pasalnya selama bertahun-tahun kawasan tersebut terbengkalai.
Tak terawatnya Taman Anggrek membuat tampilannya tidak terlihat seperti kebun yang indah lagi, melainkan seperti hutan yang dipenuhi semak belukar, bahkan warga setempat terkhusus mahasiswa Universitas Borneo Tarakan (UBT) menyebut Taman Anggrek sebagai tempat angker.
"Kalau ada kegiatan kampus di malam hari harus lewatin Taman Anggrek dan selalu merinding, sudah jadi urban legend kalau tempatnya angker," ujar Septian, salah seorang mahasiswa UBT. Di sisi lain, Farhan seorang mahasiswa yang tinggal di kos-kosan kawasan Pantai Amal juga mengaku ketakutan kalau harus melintasi Taman Anggrek untuk pergi ke daerah perkotaan.
"Takut sih, kadang mau nongkrong kan harus ke kota, sebisa mungkin balik ke kos gak terlalu malam soalnya harus ngelewatin taman anggrek," ucapnya.
Taman Anggrek yang telah bertahun-tahun menjadi kawasan yang diyakini angker tersebut, isunya akan mendapat perhatian oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tarakan, Di mana rencana revitalisasi akan coba diupayakan agar taman tersebut dapat hidup kembali. "Rencananya di sana akan dibuat jadi Taman Kehati (Keanekaragaman Hayati), sudah didiskusikan dan dibuat perencanaannya, untuk sementara waktu kita lakukan perawatan dulu agar tidak terlalu terbengkalai," tutur Chaizir Zain, Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH), DLH Tarakan. (*/wld)
Editor : Indra Zakaria