TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan memastikan stabilitas pangan di Bumi Paguntaka dalam kondisi terkendali. Hingga tahun anggaran 2026, total cadangan beras daerah diproyeksikan mencapai 5.845,89 kilogram atau sekitar 5,8 ton. Jumlah ini merupakan hasil akumulasi pengadaan stok pangan yang dilakukan secara bertahap sejak tahun 2024.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Tarakan, Eddy Suriansyah, merincikan bahwa pada tahun 2024 cadangan beras tercatat sebanyak 1,4 ton. Angka ini kemudian ditingkatkan pada tahun 2025 menjadi 2,7 ton, dan kembali ditambah pada tahun 2026 sebesar 2,9 ton.
“Akumulasi stok dari tahun 2024 hingga 2026 mencapai total 5,8 ton. Cadangan ini disiapkan sebagai langkah preventif pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai situasi darurat,” ujar Eddy pada Rabu (11/2/2026).
Penyediaan stok pangan ini merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah. Dalam regulasi tersebut, daerah diwajibkan memiliki cadangan untuk mengantisipasi kekurangan pangan, lonjakan harga, hingga bencana alam maupun sosial.
Eddy menegaskan bahwa cadangan beras tersebut tidak hanya mengendap di gudang, tetapi telah aktif disalurkan kepada warga yang membutuhkan. Sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026, bantuan beras telah menjangkau puluhan kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana kebakaran dan gempa bumi.
“Kami memprioritaskan penyaluran beras karena merupakan kebutuhan pokok paling mendasar. Terakhir, pada 8 Januari 2026, kami menyalurkan bantuan kepada 77 KK, di mana masing-masing menerima 10 kilogram beras sebagai bentuk kepedulian pemerintah,” jelasnya.
Meskipun Badan Pangan Nasional (Bapanas) menetapkan 13 jenis komoditas cadangan pangan, Pemkot Tarakan saat ini masih berfokus pada komoditas beras sesuai dengan kemampuan anggaran dan tingkat urgensi kebutuhan masyarakat lokal. Dengan ketersediaan stok yang mencukupi, Pemkot Tarakan optimis dapat menjaga jaring pengaman sosial bagi masyarakat saat terjadi kondisi darurat di masa mendatang. (*)
Editor : Indra Zakaria