PROKAL.CO- Kondisi infrastruktur di wilayah perbatasan semakin memprihatinkan setelah ruas jalan utama yang menghubungkan antar-kecamatan di Krayan Selatan dinyatakan lumpuh total. Akses vital di Jalan Lingkar Krayan, khususnya rute Lembudud-Long Layu-Binuang, kini tidak dapat lagi dilalui kendaraan akibat kerusakan medan yang ekstrem. Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli, mengungkapkan bahwa situasi ini telah menghentikan mobilitas orang dan barang secara menyeluruh, serta menciptakan krisis energi yang mendesak bagi warga setempat.
Lumpuhnya akses jalan ini berdampak langsung pada pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sangat dibutuhkan untuk operasional mesin pembangkit listrik PLN.
"Jalan kini tidak bisa dilalui kendaraan. Sementara stok BBM untuk operasional mesin PLN hanya cukup untuk minggu ini, setelah itu PLN padam," ujar Oktavianus pada Minggu, 22 Maret 2026. Ia menekankan bahwa tanpa perbaikan segera, wilayah Krayan Selatan terancam gelap gulita karena pengiriman bahan bakar tidak mungkin dilakukan dalam kondisi jalan yang menyerupai kubangan lumpur.
Kesulitan semakin bertambah karena para sopir pengangkut BBM menolak untuk melintas demi keselamatan armada mereka. Kerusakan infrastruktur yang sangat parah membuat biaya operasional membengkak, sehingga para sopir menuntut kenaikan ongkos angkut yang signifikan. Bahkan, upaya paksa untuk menembus jalur tersebut berakhir sia-sia. Tiga unit mobil yang biasa melansir BBM kini dilaporkan rusak berat dan terpaksa ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya di tengah hutan di jalur Layu-Lembudud.
Kondisi jalan yang memprihatinkan ini tidak hanya memutus nadi perekonomian, tetapi juga mengancam layanan publik dasar di Krayan Selatan. Pemerintah setempat kini berharap adanya intervensi darurat dari otoritas terkait untuk segera melakukan perbaikan jalur agar distribusi logistik dan energi kembali normal. Jika tidak segera ditangani, isolasi wilayah ini akan semakin dalam dan menyulitkan kehidupan ribuan warga di beranda depan Indonesia tersebut.(*)
Editor : Indra Zakaria