Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Waspada 56 Suspek Campak di Banjarbaru, Dinkes Gencarkan Program "Penari" untuk Kejar Target Imunisasi

Redaksi Prokal • Selasa, 7 April 2026 - 18:45 WIB
ilustrasi campak
ilustrasi campak

 
PROKAL.CO- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru melaporkan temuan puluhan kasus suspek campak hingga akhir Maret 2026. Dari total 56 laporan yang masuk, sebagian besar telah menjalani pemeriksaan laboratorium intensif guna memastikan diagnosis dan mencegah potensi wabah di wilayah tersebut.

Kepala Dinkes Banjarbaru, Juhai Triyanti Agustina, mengungkapkan bahwa dari 41 sampel yang telah diperiksa, tercatat dua kasus terkonfirmasi positif campak dan satu kasus positif rubella. Sementara itu, 25 sampel lainnya dinyatakan negatif dan sisanya masih dalam proses pemantauan.

“Dari hasil pemeriksaan, ada dua positif campak dan satu positif rubella, sisanya negatif,” ujar Juhai memberikan keterangan, Senin (6/4). Guna mengantisipasi penyebaran yang lebih luas, Pemerintah Kota Banjarbaru langsung bergerak cepat dengan meluncurkan program imunisasi massal bertajuk gerakan "Penari" atau Sepekan Mengejar Imunisasi. Gerakan ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan penuh, mulai tanggal 6 hingga 12 April 2026.

Program Penari dirancang khusus untuk menyasar anak-anak maupun masyarakat umum yang memiliki riwayat imunisasi dasar tidak lengkap. Juhai menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan upaya jemput bola untuk menutupi celah kekebalan di tengah masyarakat.

“Program ini untuk mengejar ketertinggalan imunisasi, baik pada anak-anak maupun orang dewasa,” jelasnya lebih lanjut.

Dinkes Banjarbaru mematok target ambisius dengan cakupan imunisasi mencapai 100 persen, atau minimal berada di angka 95 persen sebagai standar aman perlindungan komunitas (herd immunity). Pihak dinas juga memastikan bahwa ketersediaan stok vaksin saat ini dalam kondisi aman, baik yang bersumber dari pengadaan daerah maupun dukungan dari pemerintah provinsi.

Masyarakat yang ingin mendapatkan layanan imunisasi dapat mendatangi 10 puskesmas yang tersebar di seluruh penjuru Banjarbaru. Selain itu, layanan ini juga diintegrasikan melalui posyandu terdekat guna memudahkan akses bagi warga yang memiliki keterbatasan waktu.

“Kalau tidak sempat ke puskesmas, masyarakat bisa datang ke posyandu,” pungkas Juhai. Langkah preventif ini diharapkan tidak hanya menekan angka kasus campak dan rubella, tetapi juga kembali meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya imunisasi lengkap bagi kesehatan jangka panjang. (*)

Editor : Indra Zakaria
#campak #kalsel