KANDANGAN – Prediksi fenomena El Nino ekstrem yang dijuluki sebagai "El Nino Godzilla" menjadi perhatian serius Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Hulu Sungai. Kondisi ini diprediksi akan memicu kemarau panjang dengan suhu tinggi yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara drastis, terutama akibat praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar.
Kepala KPH Hulu Sungai, Rahmad Riansyah, mengeluarkan peringatan keras kepada warga agar lebih berhati-hati dalam mengelola lahan di tengah ancaman cuaca ekstrem ini. Ia meminta masyarakat untuk tidak sembarangan membuka lahan karena dampak negatif yang ditimbulkan bisa jauh lebih besar daripada manfaat sesaat yang diharapkan.
Rahmad meluruskan anggapan keliru di tengah masyarakat yang menganggap membakar lahan dapat menyuburkan tanah. Secara teknis, pembakaran justru merusak struktur tanah dan menghilangkan kandungan unsur hara yang sangat dibutuhkan tanaman. Meskipun abu sisa pembakaran dapat mengurangi keasaman tanah, proses api yang panas membuat tanah menjadi rusak dan lebih keras.
Sebagai solusi yang lebih aman dan ramah lingkungan, KPH Hulu Sungai menyarankan petani untuk beralih menggunakan abu sekam dari limbah pertanian. Penggunaan abu sekam dari kulit gabah padi dinilai jauh lebih efektif untuk menetralkan keasaman tanah tanpa harus menanggung risiko kebakaran yang membahayakan lingkungan dan keselamatan publik.
Selain memberikan alternatif teknis, KPH Hulu Sungai terus menggencarkan sosialisasi mengenai bahaya karhutla yang mengintai selama periode El Nino Godzilla. Rahmad menekankan pentingnya koordinasi dalam penanganan titik api. Warga sangat dilarang untuk bertindak sendiri dalam memadamkan api besar tanpa peralatan yang memadai dan pengawasan petugas.
Koordinasi yang baik diperlukan agar masyarakat tidak terjebak dalam kobaran api, terutama dengan memperhatikan arah angin yang sering berubah secara mendadak saat kebakaran terjadi. Melalui sinergi antara kesadaran masyarakat dalam menggunakan abu sekam dan kesiapsiagaan petugas di lapangan, diharapkan potensi bencana kebakaran di wilayah Hulu Sungai dapat ditekan secara maksimal selama musim kemarau tahun ini.(*)
Editor : Indra Zakaria