HULU SUNGAI SELATAN — Liburan alam di kawasan wisata Loksado tampaknya harus ditunda sementara waktu. Debit air sungai di Desa Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), dilaporkan terus merangkak naik secara signifikan pada Rabu (20/5) pagi. Kondisi arus sungai yang mendadak deras dan berubah warna menjadi cokelat pekat membuat posko kebencanaan langsung menetapkan status siaga.
Meskipun cuaca di kawasan pegunungan Meratus tersebut sempat diguyur hujan lebat sejak pukul 07.30 WITA, kondisi langit sebenarnya sudah mulai berangsur cerah memasuki pukul 09.00 WITA. Namun, sisa tumpahan air hujan dari wilayah hulu membuat volume air sungai melonjak drastis dan bergolong sangat kuat.
Seorang warga setempat, Boban, menceritakan visual mencekam dari kondisi sungai di depan pemukiman warga saat ini.
"Hujan sudah teduh, dan sudah mulai cerah, sementara debit air sungai mengalami kenaikan dengan arus deras dan berwarna cokelat," ujar Boban memantau situasi di lapangan.
Melihat ancaman air yang terus meninggi dan berpotensi memicu banjir bandang, Tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD HSS langsung mengeluarkan peringatan darurat. Melalui pemantauan alat deteksi dini dan monitoring berkala, petugas meminta seluruh masyarakat, terutama yang berada di hilir, untuk segera mengamankan barang-barang berharga.
"Kondisi saat ini debit air di Loksado ada kenaikan, kepada warga diminta untuk siaga," tegas tim Pusdalops BPBD HSS dalam laporan resminya.
Aparat setempat juga mengimbau keras bagi warga yang bermukim di dataran rendah serta sepanjang bantaran pinggir sungai untuk tidak lengah. Kewaspadaan penuh sangat diperlukan karena luapan air sungai Loksado bisa datang secara mendadak dan menerjang pemukiman dalam waktu singkat jika hulu gunung kembali diguyur hujan susulan. (*)
Editor : Indra Zakaria