Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Diguyur Hujan Deras, Sungai Balangan Berstatus Waspada dan Mulai Meluap

Redaksi Prokal • Kamis, 21 Mei 2026 | 09:15 WIB
 Kondisi aliran Sungai Balangan, Rabu (20/5/2026), terpantau berstatus Waspada. (M Dirga / Radar Banjarmasin)
Kondisi aliran Sungai Balangan, Rabu (20/5/2026), terpantau berstatus Waspada. (M Dirga / Radar Banjarmasin)

PROKAL.CO- Balai Wilayah Sungai Kalimantan III Banjarmasin merilis laporan terkini yang menunjukkan peningkatan signifikan pada debit aliran sungai di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan akibat curah hujan berintensitas tinggi selama beberapa hari terakhir. Di Kabupaten Balangan, sebagian besar wilayah Bumi Sanggam kini mulai menghadapi ancaman luapan air yang terus merangkak naik, seiring dengan masih tingginya potensi hujan susulan. Berdasarkan data pemantauan, aliran Sungai Balangan di kawasan Lampihong telah menyentuh angka 4,3 meter, melampaui ambang batas aman jagaan yang berada di angka 4 meter, sehingga statusnya resmi dinaikkan menjadi waspada.

Kondisi yang jauh lebih mengkhawatirkan terpantau di Kecamatan Batumandi, di mana debit air sungai dilaporkan melonjak drastis hingga mencapai ketinggian 4,6 meter dari batas aman jagaan yang seharusnya hanya 3,4 meter, dan kini berada dalam status waspada penuh. Meskipun Bendungan Pitap dilaporkan masih berada pada posisi aman di angka 8,4 meter dengan kondisi normal, tren kenaikan debit air sungai yang cenderung merata juga mulai terlihat jelas di beberapa kecamatan lain, seperti Juai, Awayan, dan Paringin Selatan.

Merespons situasi darurat tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan, H Rahmi, menegaskan bahwa jajarannya terus melakukan pemantauan ketat secara berkala di lapangan demi mengantisipasi potensi banjir luapan. “Kami terus memantau perkembangan ketinggian muka air sungai. Di beberapa wilayah memang ada peningkatan, oleh karena itu perlu kewaspadaan karena hujan masih berpotensi terjadi,” ungkap Rahmi melalui pesan singkat. Ia mengingatkan bahwa laporan status sungai ini bersifat dinamis dan dapat berubah memburuk sewaktu-waktu apabila intensitas hujan di wilayah hulu dan pegunungan kembali meningkat.

Guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, pihak BPBD mengimbau kepada seluruh masyarakat, aparat pemerintah desa, dan relawan untuk memperkuat koordinasi dan saling memberikan informasi cepat jika melihat adanya perubahan tinggi muka air secara drastis. “Jika terjadi perubahan signifikan pada tinggi muka air, mohon segera diinformasikan ke pihak terkait. Kami imbau warga tetap waspada, khususnya yang tinggal di bantaran sungai. Pantau perkembangan cuaca dan hindari aktivitas di sekitar aliran sungai saat kondisi mendung tebal atau hujan,” pungkas Rahmi sebagai langkah mitigasi bersama. (*)

Editor : Indra Zakaria
#Balangan