MARTAPURA – Suasana tenang di Desa Kayu Bawang, Handil Halabiu, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, mendadak berubah menjadi mencekam dalam beberapa hari terakhir. Isu kemunculan makhluk mitologi kuyang menghebohkan warga setempat dan memicu kepanikan massal setelah sebuah objek terbang misterius berupa cahaya merah menyala tampak melayang rendah di langit desa.
Saking gentingnya situasi psikologis massa, warga sampai melayangkan panggilan darurat ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar untuk meminta bantuan evakuasi dan pengamanan. Kehebohan ini mendadak viral di jagat maya setelah sejumlah video amatir merekam momen pengejaran tersebut beredar luas di media sosial dan grup percakapan WhatsApp pada Jumat (12/6/2026) malam.
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat jelas sebuah bulatan cahaya merah menyala bergerak lambat dan rendah di sekitar rimbunnya pepohonan, bahkan sempat melintas dekat kubah tempat ibadah setempat. Pengejaran berlangsung dramatis. Puluhan warga yang diliputi rasa penasaran bercampur takut tampak berlarian membelah kegelapan malam, mencoba mengepung arah pergerakan cahaya tersebut sembari menyorotkan lampu senter ke atas.
"Wah gila, turun inya, turun! Sasahi itu nah (kejar itu nah)!" teriak salah seorang warga dalam rekaman video dengan nada penuh kepanikan. Kepanikan di dunia nyata ini langsung berimbas ke ruang digital. Berdasarkan tangkapan layar percakapan WhatsApp warga yang tersebar, mayoritas masyarakat meyakini bahwa bola lampu merah tersebut adalah sosok kuyang—makhluk supranatural dalam cerita rakyat Kalimantan yang digambarkan berupa kepala manusia terbang dengan organ dalam yang menggantung.
"Asli pinanya tumbur sakampungan sudah (aslinya sepertinya sudah gempar sekampungan)," tulis salah satu warga dalam pesan singkatnya.
Keresahan kian menebal setelah muncul kesaksian bahwa fenomena ganjil ini bukan yang pertama kali terjadi. Objek misterius tersebut dikabarkan sudah meneror warga selama tiga malam berturut-turut, selalu menampakkan diri sesaat setelah azan Magrib berkumandang. Bahkan, isu ini menggelinding liar hingga ke kawasan Sungai Besar, di mana sebagian warga mengklaim juga melihat penampakan serupa. Merespons keresahan warga yang mulai tak terkendali, DPKP Kabupaten Banjar bergerak cepat melakukan koordinasi dengan aparat keamanan TNI/Polri setempat guna menetralisir situasi dan memastikan kondisi riil di lapangan.
Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan dan Sarana Prasarana DPKP Kabupaten Banjar, M. Kasyaf R, menjelaskan bahwa pihaknya telah melimpahkan penanganan awal ini kepada pihak berwenang di tingkat desa agar tidak terjadi aksi main hakim sendiri atau kepanikan yang kontraproduktif.
"Kami sudah arahkan Bhabinkamtibmas Desa Kayu Bawang, Handil Halabiu, Kecamatan Gambut. Jadi kalau ada gangguan lagi, mereka yang turun memastikan di lapangan. Apakah itu memang fenomena lain, atau justru ada gangguan dari oknum masyarakat yang sengaja menakut-nakuti," jelas Kasyaf saat dikonfirmasi.
Hingga berita ini diturunkan, teka-teki mengenai identitas asli bola cahaya merah yang memicu kegemparan massal tersebut masih gelap. Aparat kepolisian bersama perangkat desa setempat masih terus melakukan pemantauan intensif di titik-titik rawan guna mengantisipasi kembalinya objek misterius tersebut, sekaligus meredam rumor kuyang yang telanjur menyebar luas. (*)
Editor : Indra Zakaria