Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Jembatan Binuang Mulai Dibangun Tahun Ini, Jalur Malinau-Krayan Ditargetkan Tembus pada 2027

Redaksi Prokal • Jumat, 1 Mei 2026 | 11:45 WIB
INFRASTRUKTUR: Akses Malinau-Krayan menjadi salah satu akses di Krayan yang terus didorong untuk bisa fungsional. FOTO: DOK RADAR TARAKAN
INFRASTRUKTUR: Akses Malinau-Krayan menjadi salah satu akses di Krayan yang terus didorong untuk bisa fungsional. FOTO: DOK RADAR TARAKAN

PROKAL.CO- Konektivitas di wilayah perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara) membawa angin segar bagi warga pedalaman. Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang, memastikan bahwa pembangunan Jembatan Binuang di Krayan, Kabupaten Nunukan, resmi mulai dikerjakan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) pada tahun ini. Kepastian ini menjadi langkah krusial untuk mewujudkan impian tersambungnya akses darat antara Malinau dan Krayan yang selama ini dinanti-nantikan masyarakat.

Gubernur Zainal mengungkapkan bahwa fokus pengerjaan tahun ini adalah pada pembangunan pondasi-pondasi jembatan. Jembatan Binuang sendiri ditargetkan selesai sepenuhnya dan dapat difungsikan pada tahun 2027 mendatang. Kehadiran jembatan ini menjadi kunci utama, mengingat belum tersedianya penghubung di beberapa sungai besar selama ini menjadi penghambat utama jalur Malinau-Krayan tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat.

Selain Jembatan Binuang, perhatian pemerintah juga tertuju pada Jembatan Semamu yang pengerjaannya turut dikebut menggunakan dana APBN pada tahun ini. Berdasarkan koordinasi dengan Kepala BPJN Kaltara, Jembatan Semamu juga diproyeksikan tuntas pada 2027. Jika kedua jembatan strategis ini rampung tepat waktu, maka jalur distribusi logistik dan mobilitas warga di perbatasan tidak lagi hanya bergantung pada jalur udara yang biayanya cukup tinggi.

Upaya percepatan ini selaras dengan semangat konektivitas tanpa batas yang terus didorong oleh Pemerintah Provinsi Kaltara. Gubernur Zainal menegaskan bahwa meskipun pembangunan sangat bergantung pada ketersediaan anggaran, baik dari APBD maupun APBN, komitmen untuk menyambungkan wilayah terisolir tetap menjadi prioritas. Pihaknya berencana untuk melakukan pengecekan langsung ke lapangan guna memastikan setiap titik pengerjaan berjalan sesuai target.

Dengan selesainya infrastruktur jembatan tersebut, Kaltara diharapkan menjadi wilayah yang terkoneksi penuh, tangguh, dan berdaya saing. Harapannya, pada tahun 2027 nanti, kendaraan roda empat sudah bisa melintasi jalur Malinau hingga Krayan, sehingga roda ekonomi di wilayah perbatasan dapat berputar lebih cepat dan biaya hidup masyarakat setempat dapat ditekan. (*)

Editor : Indra Zakaria
#krayan