Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Lumpur Mengepung Krayan: Curah Hujan Tinggi Lumpuhkan Mobilisasi, Warga Bertanya "Di Mana Pemerintah?"

Redaksi Prokal • Selasa, 5 Mei 2026 | 12:00 WIB
Medan yang berat menuju Krayan.
Medan yang berat menuju Krayan.

NUNUKAN – Jeritan hati masyarakat di dataran tinggi Krayan kembali mencuat seiring dengan memburuknya akses transportasi akibat cuaca ekstrem. Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah perbatasan dalam beberapa hari terakhir membuat jalan penghubung antar-kecamatan berubah menjadi kubangan lumpur yang nyaris tak bisa dilalui.

Kondisi ini membuat mobilisasi barang dan orang lumpuh total. Kendaraan yang membawa kebutuhan pokok dan penumpang terpaksa harus berjibaku, bahkan seringkali harus ditarik oleh kendaraan lain karena terjebak di titik-titik kerusakan yang parah.

Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli, mengungkapkan bahwa dirinya kerap menjadi sasaran pertanyaan pahit dari warga yang merasa dianaktirikan oleh pembangunan infrastruktur.

"Masyarakat terus bertanya, di mana pemerintah? Apakah Krayan Selatan bagian dari NKRI? Pertanyaan ini terus disampaikan kepada kami setiap kali mereka kesulitan melintas," ujar Oktavianus dengan nada prihatin, Senin (4/5). Persoalan akses jalan ini bukan sekadar masalah kenyamanan, melainkan menyangkut urat nadi perekonomian, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga keselamatan nyawa warga. Selama ini, kesabaran masyarakat Krayan seolah diuji tanpa batas.

Menurut Oktavianus, warga tidak tinggal diam. Secara swadaya, mereka kerap bergotong royong memperbaiki titik-titik terparah dengan peralatan manual seadanya. Namun, tenaga manusia tanpa dukungan alat berat terbukti tak mampu melawan ganasnya alam Krayan. "Masyarakat berusaha mengatasi kerusakan ini semampunya dengan alat manual. Tapi seberapa banyak yang bisa dikerjakan? Kondisi saat ini butuh penanganan serius dari pemerintah pusat maupun daerah," tegasnya.

Situasi semakin mencekam dalam tiga hari terakhir akibat hujan yang tak kunjung reda. Jalan Lingkar yang menghubungkan Long Kayu di Krayan Selatan menuju Lembudud di Krayan Barat kini dalam kondisi rusak berat. Padahal, jalur ini merupakan jalur vital bagi sirkulasi logistik warga perbatasan.

"Sempat kering selama satu minggu, tapi sekarang hujan turun lagi dan kondisi jalan langsung hancur. Mobilisasi barang dan orang benar-benar terganggu," keluh Oktavianus. Kini, masyarakat Krayan hanya bisa berharap agar status mereka sebagai garda terdepan NKRI tidak hanya sekadar slogan, tetapi dibuktikan dengan hadirnya alat berat dan perbaikan jalan yang permanen agar napas ekonomi mereka tidak terus-menerus tercekik lumpur. (akz/jnr)

Editor : Indra Zakaria
#krayan