TANJUNG SELOR – Intensitas luapan sungai di sejumlah wilayah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dilaporkan kian meluas hingga menyebabkan banjir di beberapa titik permukiman penduduk. Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah berada di pusat pemerintahan, yakni Kota Tanjung Selor, Ibu Kota Provinsi Kaltara.
Debit air Sungai Kayan di Kabupaten Bulungan terpantau kembali melonjak naik setelah sempat menunjukkan tren surut dari banjir sehari sebelumnya. Akibat kenaikan volume air yang mendadak ini, sebagian wilayah vital di ibu kota Kaltara kembali terendam, termasuk di kawasan padat aktivitas seperti Jalan Kolonel Soetadji dan Jalan Durian.
Menanggapi fenomena alam ini, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara, Denny Harianto, mengonfirmasi bahwa genangan air yang melanda wilayahnya merupakan dampak dari kondisi geografis dan cuaca di wilayah hulu. “Kalau kita di Kaltara ini cuaca sulit diprediksi. Seperti hari ini cuacanya panas dan kita memasuki musim kemarau,” ujar Sekprov Denny saat memberikan keterangan di Tanjung Selor.
Lebih lanjut, ia memaparkan analisis mengenai asal muasal volume air raksasa yang mendadak melimpah ke hilir tersebut. Menurutnya, banjir yang terjadi di Kaltara saat ini merupakan fenomena banjir kiriman yang mengalir deras dari wilayah dataran tinggi negara tetangga, Malaysia.
Melihat situasi pergerakan air yang masih belum stabil, Denny berharap agar debit sungai bisa segera melandai sehingga tidak memicu kepanikan yang lebih dalam di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai. Kendati cuaca di hilir cenderung panas, Pemerintah Provinsi Kaltara memastikan tidak akan menurunkan status kesiapsiagaan mereka.
Pihak pemprov melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ditegaskan akan terus waspada dan bersiaga penuh terhadap segala kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu. “Apapun itu, kita sudah siap lewat BPBD untuk mengantisipasi terjadinya bencana di daerah,” tutur Denny dengan nada optimis.
Sebagai langkah nyata di lapangan, saat ini BPBD Kaltara dilaporkan terus menjalin komunikasi intensif dan berkoordinasi secara berkala dengan pihak BPBD di tingkat kabupaten/kota yang terdampak banjir. Koordinasi ini penting untuk memetakan kebutuhan logistik dan evakuasi warga jika ketinggian air terus merangkak naik.
Di penghujung keterangannya, Sekprov Denny mengingatkan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya difokuskan pada penanganan banjir saja, melainkan juga pada potensi bencana lain yang mengintai selama musim kemarau. “Sebenarnya bukan hanya banjir, potensi terjadinya kebakaran juga harus kita antisipasi. Intinya, apapun yang terjadi, itu dilaporkan, baik kepada kami di pemerintah, maupun kepada aparat supaya ada tindakan cepat untuk apa yang bisa kita lakukan,” tegasnya. (*)
Editor : Indra Zakaria