Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Lompatan Raksasa Kaltara: Proyek Kereta Api Rp6,98 Triliun Dimatangkan, Bidik Mahkota Pusat Logistik Masa Depan

Redaksi Prokal • Selasa, 23 Juni 2026 | 08:45 WIB
Rencana pembangunan jaringan kereta api yang akan dimulai dari wilayah Kalimantan Utara. (ILUSTRASI AI/PONTIANAK POST)
Rencana pembangunan jaringan kereta api yang akan dimulai dari wilayah Kalimantan Utara. (ILUSTRASI AI/PONTIANAK POST)

TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) bersiap melakukan lompatan besar dalam peta ekonomi nasional. Pemerintah Provinsi Kaltara kini tengah mematangkan megaproyek infrastruktur perkeretaapian senilai Rp6,98 triliun. Jaringan rel ini diproyeksikan menjadi tulang punggung transportasi logistik yang mengoneksikan pusat ekonomi dengan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIPI) Mangkupadi.

Sebagai provinsi termuda di Indonesia, Kaltara diuntungkan oleh posisi geografisnya yang berada di jalur perdagangan internasional Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. Kehadiran kereta api dinilai menjadi kunci utama untuk memaksimalkan potensi raksasa tersebut.

Komitmen serius ini dipertegas dalam pertemuan intensif antara Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A Paliwang, SH., M.Hum, bersama calon investor strategis di Jakarta. Pemerintah daerah melihat moda transportasi berbasis rel adalah jawaban mutlak bagi efisiensi distribusi komoditas industri dalam skala masif.

“Kereta api merupakan solusi transportasi paling efisien untuk mobilisasi hasil industri dan masyarakat. Dengan kapasitas angkut yang masif, moda ini akan mendukung rantai pasok pelabuhan serta menekan biaya logistik secara signifikan guna meningkatkan daya saing ekonomi daerah,” tegas Gubernur Zainal A Paliwang dalam keterangan resminya.

Dokumen Klir, Proyek Siap 'Uji Tuntas' dengan Investor

Bukan sekadar rencana di atas kertas, Pemprov Kaltara memastikan seluruh prasyarat administrasi dan teknis proyek ini sudah matang. Rangkaian cetak biru pembangunan telah dirampungkan secara bertahap, mulai dari Studi Rencana Induk (2015), Studi Kelayakan atau Feasibility Study trase Tanjung Selor-Mangkupadi (2016), hingga Detail Engineering Design (DED) untuk rute Tanjung Selor-Binai (2017).

Dengan modal dokumen yang sudah lengkap tersebut, proyek senilai triliunan rupiah ini dinyatakan siap melangkah ke fase berikutnya, yaitu proses due diligence (uji tuntas) bersama para calon investor yang berminat.

Dari aspek finansial, proyek perkeretaapian Kaltara ini memiliki daya pikat investasi yang cukup menjanjikan. Berdasarkan analisis kelayakan ekonomi, angka Economic Net Present Value (NPV) proyek ini mampu menyentuh Rp1.575,89 miliar dengan Benefit Cost Ratio (BCR) di angka 1,24.

Meskipun membutuhkan belanja modal awal (capital expenditure/CAPEX) sebesar Rp6,98 triliun dengan estimasi masa pengembalian modal (payback period) sekitar 24 tahun, dampak jangka panjangnya diyakini jauh lebih besar. Integrasi antara jalur kereta, kawasan industri hijau, dan pelabuhan internasional bakal menyulap Kaltara menjadi episentrum logistik baru di beranda depan NKRI. (*)

Editor : Indra Zakaria
#kereta api trans Kalimantan