PROKAL.CO- Pemerintah Kabupaten Bulungan kian masif memperkuat fondasi pembangunan hijau berkelanjutan di wilayahnya. Di bawah kepemimpinan Bupati Bulungan, Syarwani, pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada kelestarian ekosistem, tetapi juga mengawinkannya dengan peningkatan ekonomi masyarakat desa melalui berbagai program strategis dan kucuran dana yang terus naik signifikan.
Dukungan finansial untuk program pembangunan hijau berbasis desa terus menunjukkan tren positif dalam empat tahun terakhir. Alokasi anggaran yang semula sebesar Rp4 miliar untuk 33 desa pada 2023, kini melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp7 miliar bagi puluhan desa pada tahun anggaran 2025 dan 2026.
"Pembangunan hijau bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi bagaimana masyarakat desa juga mendapatkan manfaat ekonomi secara nyata dan berkelanjutan," ujar Bupati Bulungan, Syarwani, saat menegaskan arah kebijakannya.
Keseriusan Pemkab Bulungan juga dibuktikan lewat aksi nyata pemulihan kawasan hutan yang mengalami degradasi. Pemerintah daerah telah merealisasikan program rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) seluas 227 hektare dengan nilai investasi kegiatan mencapai Rp8,9 miliar. Langkah pemulihan ini berjalan berdampingan dengan pengembangan Kawasan Terpadu Integrated Area Development (IAD) Agrokompleks Desa Long Buang dan Kebun Raya Bundayati Bulungan.
"Langkah rehabilitasi ini penting untuk menjaga kualitas lingkungan sekaligus memulihkan kawasan yang mengalami degradasi," tegas Syarwani.
Tak berhenti pada proyek fisik, Bulungan juga memperkuat benteng hukumnya melalui penyusunan berbagai regulasi, mulai dari Perbup Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), Dokumen Lanskap Kayan, hingga Peta Jalan Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi (TAKE). Pada tahun 2026 ini, inovasi energi terbarukan pun mulai dieksekusi, salah satunya lewat pembangunan PLTS komunal di Desa Long Pelban serta rencana perluasan kawasan IAD ke wilayah pesisir.
Syarwani optimistis bahwa harmonisasi antara perlindungan alam dan penguatan ekonomi warga akan menjadi warisan pembangunan yang kokoh bagi generasi mendatang di Bumi Tidung.
"Pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan harus berjalan seiring. Itu menjadi komitmen kami agar Bulungan tumbuh maju, hijau, dan berkelanjutan," pungkasnya. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co