Kapolresta Bulungan Kombes Pol. Rofikoh Yunianto melalui Ps. Kasubsi PIDM Sihumas Polresta Bulungan Aipda Hadi Purnomo membeberkan bahwa berdasarkan penyelidikan awal, titik api diduga bersumber dari genset berkapasitas 8.000 watt.
"Dugaan sementara, titik api berasal dari genset merek Silent berbahan bakar solar yang kemudian merembet ke genset merek Ryu. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut," terang Hadi Purnomo.
Peristiwa mencekam yang terjadi sekitar pukul 11.15 WITA itu bermula saat speedboat berlayar dari Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor menuju Pelabuhan Tengkayu I Tarakan. Di tengah pelayaran, salah seorang anak buah kapal (ABK) mendadak curiga lantaran dua unit televisi dan empat pendingin ruangan (AC) di dalam kabin penumpang tiba-tiba mati total.
Saat mengecek panel listrik, ABK tidak menemukan adanya masalah. Namun, begitu melangkah dan membuka ruang genset, ia terperanjat melihat kobaran api sudah membesar dan mengepul pekat.
Seketika nahkoda memerintahkan tiga ABK untuk menjinakkan api menggunakan empat unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Sayangnya, si jago merah justru makin mengganas dan tak terkendali. Melihat kondisi yang kian kritis, nahkoda mengambil keputusan cepat dan berani dengan membanting kemudi menepikan kapal ke tepi sungai guna menyelematkan seluruh nyawa di atas kapal.
Kapal berkapasitas 76 orang tersebut saat kejadian mengangkut 26 orang, yang terdiri dari 23 penumpang dewasa, dua anak-anak, satu balita, serta para awak kapal. "Seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut," tegas Hadi Purnomo.
Usai dievakuasi ke daratan, sebagian besar penumpang melanjutkan perjalanan menuju Tarakan menggunakan speedboat lain, seperti Limex Manora. Hingga kini, kepolisian masih terus memeriksa nahkoda serta awak kapal guna mengusut tuntas penyebab pasti musibah tersebut. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co