
TIDENG PALE – Niat mulia membantu proses panen tambak berujung duka mendalam. Seorang pria berusia 46 tahun berinisial H tewas secara mengenaskan usai diterkam dan diseret buaya saat mencoba mengambil seekor kepiting di kawasan pertambakan Pulau Mangkasa, Desa Menjelutung, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, Rabu (26/8/2026) malam.
Tragedi bermula sekitar pukul 19.30 WITA ketika warga asal Kelurahan Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat ini sedang membantu panen di tambak milik rekannya. Saat pintu tambak dibuka, korban berinisial H melihat seekor kepiting berada di dekat saluran air dan berusaha meraihnya. Niat tersebut berubah petaka ketika seekor buaya muara berukuran besar mendadak muncul dari dalam air dan langsung menerkam tubuhnya.
Ganasnya serangan membuat korban langsung diseret sang predator menuju bagian tengah hingga pelataran tambak. Kejadian ini sempat menyebar di media sosial sebelum akhirnya ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian.
Kapolres Tana Tidung, AKBP Eko Nugroho, mengonfirmasi bahwa jajarannya bergerak cepat setelah mendapati laporan peristiwa tragis tersebut.
"Personel telah melakukan pengecekan dan mencari informasi terkait kejadian tersebut. Kami juga mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di kawasan tambak, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan buaya," ujar AKBP Eko Nugroho.
Setelah proses pencarian intensif yang melibatkan aparat dan warga lokal, jenazah korban berinisial H akhirnya ditemukan di pelataran tambak pada Kamis (27/8/2026) pagi sekitar pukul 08.30 WITA dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Jasad korban langsung dievakuasi dan dipulangkan menuju rumah duka di Kota Tarakan untuk disemayamkan dan dimakamkan di TPU setempat usai salat Asar. Atas insiden tragis ini, pihak kepolisian kembali mengingatkan para pekerja tambak untuk ekstra waspada, terutama saat beraktivitas malam hari di dekat pintu air yang kerap menjadi jalur perlintasan satwa liar. (*)
Sumber : prokal.co