Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Katingan Krisis BBM! Harga Pertalite Eceran Meroket ke Rp25 Ribu, Warga Tercekik Kelangkaan

Redaksi Prokal • Selasa, 5 Mei 2026 | 11:00 WIB
ANTREAN BBM: SPBU di Kabupaten Katingan diserbu pembeli, antrean padat karena harga pelatile di eceran melonjak. (Yuswanto/Radar Sampit)
ANTREAN BBM: SPBU di Kabupaten Katingan diserbu pembeli, antrean padat karena harga pelatile di eceran melonjak. (Yuswanto/Radar Sampit)

 
KASONGAN – Kabar buruk menghantam para pengendara di Kabupaten Katingan. Dalam beberapa hari terakhir, bahan bakar minyak (BBM) mendadak langka dan sulit didapat. Puncaknya pada Minggu (3/5), harga Pertalite di tingkat pengecer dilaporkan melambung tinggi hingga menembus angka fantastis, Rp25 ribu per liter.

Kondisi ini memicu kepanikan warga. Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan roda dua maupun roda empat mengular panjang di sejumlah SPBU. Banyak warga yang tak memiliki pilihan lain selain merogoh kocek lebih dalam demi tetap bisa beraktivitas. Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kabupaten Katingan, Yodihel, membenarkan situasi pelik yang tengah melanda wilayahnya. Ia menyebut pasokan jenis Pertalite dan Pertamax memang sedang tersendat.

“Memang betul untuk jenis Pertamax dan Pertalite saat ini cukup sulit didapatkan di Kasongan, bahkan harganya melambung tinggi di lapangan,” ungkap Yodihel, Senin (4/5). Kelangkaan ini diduga terjadi akibat adanya pembatasan suplai dari pihak Pertamina. Mirisnya, kiriman pasokan Pertamax ke SPBU setempat seringkali habis hanya dalam hitungan jam setelah truk tangki datang, menyisakan antrean panjang yang kecewa.

Menyikapi fenomena "harga gila" di tingkat pengecer, Pemerintah Kabupaten Katingan bergerak cepat dengan menyiapkan surat edaran terkait Harga Eceran Tertinggi (HET). Langkah ini diambil agar para spekulan tidak semakin liar memainkan harga di tengah kesulitan warga.

“Kami sedang melakukan survei untuk menentukan batas HET komoditas tersebut. Dalam waktu dekat surat edarannya akan diterbitkan,” jelasnya. Tak hanya soal harga, Pemkab Katingan juga mewaspadai adanya praktik curang berupa penimbunan BBM oleh oknum tidak bertanggung jawab yang ingin meraup keuntungan pribadi dari krisis ini.

Yodihel menegaskan bahwa pihaknya akan membentuk tim khusus untuk melakukan pengawasan ketat dari hulu hingga hilir distribusi BBM di Katingan.

“Kami akan membentuk tim untuk terus memantau penjualan maupun potensi penimbunan BBM. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk menekan masyarakat,” tegas Yodihel. (ktr-3/sla)

Editor : Indra Zakaria
#kalteng