Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sengkarut Proyek Kereta Api Kalteng: Teras Narang Sebut Dokumen Siap Tinggal Lanjut, Dinas Perhubungan Akui Masih Tunggu Investor

Indra Zakaria • Senin, 8 Juni 2026 | 09:00 WIB
Proyek kereta api lintas Kalimantan Tengah masih tertunda karena belum ada investor yang bersedia mendanai pembangunan. (Ilustrasi AI/Pontianak Post)
Proyek kereta api lintas Kalimantan Tengah masih tertunda karena belum ada investor yang bersedia mendanai pembangunan. (Ilustrasi AI/Pontianak Post)

PALANGKA RAYA – Geliat pembahasan megaproyek perumusan jalur transportasi massal di Pulau Kalimantan kian memanas. Anggota DPD RI daerah pemilihan Kalimantan Tengah yang juga mantan Gubernur Kalteng periode 2005–2015, Teras Narang, kembali menyuarakan urgensi eksekusi pembangunan jalur kereta api serta revitalisasi transportasi sungai di Bumi Tambun Bungai. Menurut Teras, integrasi kedua moda transportasi alternatif ini merupakan solusi jangka panjang paling konkret untuk mengurai benang kusut persoalan infrastruktur dan mahalnya biaya logistik yang selama ini mencekik nadi perekonomian daerah.

Gagasan modernisasi transportasi ini sejatinya bukan hal baru karena cetak biru dan studi kelayakan (feasibility study) proyek kereta api maupun pengerukan jalur sungai strategis sudah matang disusun sejak masa kepemimpinannya dulu. Namun sayang, program tersebut mendadak mandek dan tidak berlanjut pada periode pemerintahan berikutnya, sehingga proyek bernilai strategis ini terbengkalai begitu saja.

“Feasibility study-nya sudah ada semua, tinggal dilanjutkan. Kalau soal anggaran, itu bisa dicari. Jangan hanya berharap pada APBN,” kata Teras Narang dengan nada optimistis saat memberikan pandangannya terkait mandeknya proyek tersebut.

Teras menilai keberadaan jaringan kereta api sudah sangat mendesak demi mengurangi beban berat infrastruktur jalan raya di Kalteng yang selama ini hancur lebat akibat terus-menerus dihantam oleh truk angkutan bertonase besar milik perusahaan tambang dan perkebunan kelapa sawit. Selain menekan angka kerusakan jalan di rute-rute krusial seperti Trans Kalimantan Banjarmasin–Palangka Raya, Palangka Raya–Kuala Kurun, dan Palangka Raya–Sampit, beralih ke moda transportasi rel diyakini bakal menciptakan sistem logistik yang jauh lebih murah dan ramah lingkungan dalam jangka panjang.

Bukan hanya fokus pada rel baja, Teras juga mendesak pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali fungsi transportasi air tradisional melalui pengaktifan jalur sungai legendaris seperti Anjir Banjar dan Anjir Kelampan. Optimalisasi sungai dinilai sangat strategis bagi Kalteng yang memiliki bentangan jaringan perairan luas, sekaligus mampu membangkitkan kembali urat nadi ekonomi berbasis kearifan lokal yang bernilai historis tinggi bagi masyarakat sekitar.

Kendati dokumen perencanaan dan blueprint proyek sudah lengkap serta resmi diadopsi ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Kalteng, realisasi di lapangan rupanya masih harus membentur tembok besar berupa masalah klasik pendanaan. Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Tengah, Yulindra Dedy, mengakui bahwa pemerintah daerah sampai saat ini masih terseok-seok mencari mitra strategis dari pihak swasta yang bersedia mendanai proyek raksasa tersebut.

“Kami masih menunggu dari pihak ketiga (investor) yang berkenan untuk bekerja sama dalam pembangunan ini,” ujar Yulindra Dedy secara blak-blakan saat ditemui di Palangka Raya.

Dedy menjelaskan bahwa proyek kereta api komoditas ini nantinya dirancang untuk mengubungkan sejumlah wilayah administratif dan kantong-kantong produksi penting, mulai dari Puruk Cahu, Kelurahan Bangkuang di Barito Selatan, hingga bermuara di Desa Batanjung yang terletak di Kabupaten Kapuas. Saat ini pihak Dinas Perhubungan masih terus mematangkan kajian untuk menimbang rute mana yang paling efisien dari segi anggaran namun mampu memberikan dampak ekonomi paling masif bagi daerah.

Meskipun fondasi perencanaan di atas kertas sudah matang, pihak dinas terkait masih enggan memberikan janji manis kepada masyarakat luas mengenai kapan kepastian peluit pertama kereta api Kalteng akan benar-benar berbunyi di dunia nyata.

“Kalau blueprint dari dulu sudah ada, di RTRWP kita juga sudah masuk. Kalau terkait kapan dimulainya pembangunan, itu saya masih belum bisa menjanjikan,” pungkas Dedy mengakui bahwa proyek ini masih berada dalam koridor perencanaan jangka panjang daerah. (*)

Editor : Indra Zakaria
#kereta api trans Kalimantan #kalteng