Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

BRIN Puji Peran Astra Agro dalam Mengantarkan SMP Indah Makmur Meraih Predikat Adiwiyata Mandiri

Slamet Harmoko • Kamis, 11 Juni 2026 | 13:20 WIB
Sekretaris Eksekutif Sekretariat Kewenangan Ilmiah Keanekaragaman Hayati BRIN, Ruliyana Susanti saat mengunjungi SMP Indah Makmur di Kotawaringin Barat, Kalteng.
Sekretaris Eksekutif Sekretariat Kewenangan Ilmiah Keanekaragaman Hayati BRIN, Ruliyana Susanti saat mengunjungi SMP Indah Makmur di Kotawaringin Barat, Kalteng.

 KOTAWARINGIN BARAT, Prokal.co  — Berada di lingkungan perkebunan tidak menghalangi SMP Indah Makmur untuk tumbuh menjadi sekolah dengan budaya lingkungan yang kuat.

Sekolah binaan PT Astra Agro Lestari Tbk ini berhasil meraih predikat Adiwiyata Mandiri, penghargaan tertinggi bagi sekolah yang dinilai berhasil menerapkan perilaku peduli dan berbudaya lingkungan secara berkelanjutan.

Predikat tersebut bukan sekadar pengakuan atas lingkungan sekolah yang bersih dan hijau. Adiwiyata Mandiri diberikan kepada sekolah yang telah mampu menjadikan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari kebijakan sekolah, proses pembelajaran, kegiatan siswa, pengelolaan sarana prasarana, hingga pengimbasan praktik baik kepada sekolah lain.

Capaian ini menjadi penting karena menunjukkan bahwa praktik keberlanjutan dapat dibangun dari ruang pendidikan yang dekat dengan masyarakat.

Melalui pendampingan Astra Agro, SMP Indah Makmur tidak hanya menjadi tempat belajar bagi siswa, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya kebiasaan peduli lingkungan sejak dini.

Dalam rangkaian kunjungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ke wilayah operasional Astra Agro pada (5/6/26), SMP Indah Makmur menjadi salah satu agenda yang dikunjungi.

Kunjungan tersebut memperlihatkan bagaimana predikat Adiwiyata Mandiri dijalankan bukan sebagai simbol, tetapi sebagai budaya sekolah yang hidup dalam keseharian siswa dan guru.

BRIN mengapresiasi inisiatif lingkungan yang dikembangkan SMP Indah Makmur karena dinilai menunjukkan bahwa inovasi sederhana di tingkat sekolah dapat memberi dampak nyata bagi pembentukan perilaku berkelanjutan.

Berbagai kegiatan seperti pengelolaan sampah, pemanfaatan air hujan, pengolahan limbah rumah tangga, hingga pemanfaatan lahan sekolah menjadi contoh bahwa praktik keberlanjutan tidak selalu harus dimulai dari teknologi besar, tetapi bisa tumbuh dari solusi yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari.

“Inisiatif seperti ini penting karena memperlihatkan bagaimana sekolah dapat menjadi ruang tumbuhnya praktik baik yang relevan dengan tantangan lingkungan di sekitarnya. Program-program yang dijalankan SMP Indah Makmur juga berpotensi menjadi contoh yang dapat direplikasi oleh sekolah lain sesuai dengan kondisi masing-masing,” ujar Sekretaris Eksekutif Sekretariat Kewenangan Ilmiah Keanekaragaman Hayati BRIN, Ruliyana Susanti.

Budaya lingkungan tersebut terlihat dari berbagai inisiatif yang dijalankan siswa bersama guru dan warga sekolah. Beberapa di antaranya adalah pengelolaan sampah, bank sampah digital, ecobrick, eco-enzyme, kompos, biopori, pemanen air hujan, grey water, greenhouse, vertical garden, hingga hidroponik.

Para siswa juga mengembangkan karya kreatif berbasis lingkungan, serta nilai kearifan lokal seperti sabun dari minyak jelantah, lilin aromaterapi serai wangi, ecoprint, briket sawit, kerajinan daur ulang, pewarna alami pada kain serta produk olahan tanaman seperti teh bawang dayak, bunga rosela, dan serbuk jahe.

Inisiatif ini menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan di SMP Indah Makmur tidak hanya dikenalkan melalui teori, tetapi dibiasakan melalui praktik yang dekat dengan kehidupan siswa serta nilai budaya dan kearifan lokal disekitar

Kepala Sekolah SMP Indah Makmur, Mega Hamzah, mengatakan bahwa capaian Adiwiyata Mandiri menjadi kebanggaan bagi sekolah. Namun, menurutnya, hal yang lebih penting adalah ketika siswa mampu memahami dan menjelaskan sendiri nilai dari kegiatan lingkungan yang mereka lakukan.

“Yang membanggakan bagi kami bukan hanya penghargaan Adiwiyata Mandiri, tetapi ketika anak-anak bisa menjelaskan sendiri apa yang mereka buat dan mengapa hal itu penting. Mereka tahu kenapa sampah harus dipilah, kenapa minyak jelantah bisa diolah kembali, kenapa air hujan perlu dimanfaatkan, dan kenapa lingkungan sekolah harus dijaga,” ujar Mega.

Bagi Astra Agro, capaian SMP Indah Makmur menjadi bukti bahwa komitmen keberlanjutan perusahaan juga dapat berjalan terwujud melalui pendidikan.

Melalui pendampingan sekolah binaan, perusahaan tidak hanya mendorong praktik lingkungan di area operasional, tetapi juga mendukung pembentukan karakter siswa yang peduli, kreatif, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. 

Dari ruang kelas, halaman sekolah, kebun kecil, bank sampah, hingga kebiasaan siswa dalam menjaga lingkungan, SMP Indah Makmur menunjukkan bahwa keberlanjutan dapat tumbuh dari hal-hal sederhana dan berkembang menjadi budaya yang diakui. (*)

Editor : Slamet Harmoko
#SMP Indah Makmur #BRIN #kotawaringin barat