Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pastikan Stok Beras Aman dan Layak, Komisi A DPRD Kobar Monitoring ke Gudang Bulog

Slamet Harmoko • Rabu, 1 Juli 2026 | 15:12 WIB
Komisi A DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melakukan monitoring ke Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Drive Regional II Pangkalan Bun pada Rabu (1/7/2026).
Komisi A DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melakukan monitoring ke Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Drive Regional II Pangkalan Bun pada Rabu (1/7/2026).

KOTAWARINGIN BARAT, Prokal.co – Komisi A DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melakukan monitoring ke Badan Urusan Logistik (Bulog) Kotawaringin Barat pada Rabu (1/7/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda yang telah dijadwalkan oleh Badan Musyawarah (Banmus) DPRD setelah sebelumnya melaksanakan monitoring ke sejumlah sekolah dan puskesmas.

Ketua Komisi A DPRD Kotawaringin Barat, Muhammad Isro Wahyudin, mengatakan monitoring dilakukan untuk memastikan berbagai program pemerintah di bidang ketahanan pangan berjalan dengan baik.

Selain itu, pihaknya ingin memastikan bantuan pangan benar-benar diterima masyarakat dengan kualitas yang layak serta didukung ketersediaan stok yang memadai.

Menurutnya, Bulog selama ini terus menjaga kualitas komoditas yang disalurkan kepada masyarakat. Ia juga memastikan kesiapan Bulog Sub Drive Regional II Pangkalan Bun dalam memenuhi kebutuhan pangan tidak hanya untuk Kabupaten Kotawaringin Barat, tetapi juga wilayah Kabupaten Lamandau dan Sukamara yang menjadi daerah layanan.

"Stok dipastikan cukup sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Program pemerintah akan tetap diterima oleh masyarakat sesuai ketentuan. Kami juga mengapresiasi kinerja Bulog dan Komisi A selalu membuka ruang koordinasi terkait pelaksanaan program pemerintah, baik mengenai ketersediaan stok maupun berbagai kendala yang mungkin terjadi di lapangan," ujar Wahyu.

Dalam dialog bersama Kepala Bulog Sub Drive Regional II Pangkalan Bun, Komisi A DPRD juga mendorong agar Bulog dapat berperan lebih besar dalam menyerap hasil panen petani di Kabupaten Kotawaringin Barat.

Menurut Wahyu, persoalan utama yang dihadapi saat ini adalah harga pokok produksi (HPP) yang masih berada di bawah harga jual yang ditetapkan petani, sehingga Bulog belum dapat melakukan penyerapan secara optimal.

"Bulog sebenarnya siap menyerap hasil panen petani, namun persoalan HPP masih belum menemukan titik temu. Harapan kita persoalan ini bisa menjadi perhatian bersama sehingga ke depan ada terobosan yang mampu mendukung penyerapan hasil panen petani lokal. Dengan demikian, kesejahteraan petani di Kotawaringin Barat juga dapat terus meningkat," pungkasnya. (sam)

Editor : Slamet Harmoko
#DPRD Kobar #Bulog Kobar #Monitoring