Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Gugur di Garis Depan, Kedatangan Jenazah Aiptu Sumariyanto Diwarnai Isak Tangis Rekan Sejawat

Redaksi Prokal • Senin, 6 Juli 2026 | 08:15 WIB
Keluarga dan rekan Aiptu Sumariyanto di RS Bhayangkara.(Rifqi/Kalteng Pos)
Keluarga dan rekan Aiptu Sumariyanto di RS Bhayangkara.(Rifqi/Kalteng Pos)

PALANGKA RAYA – Isak tangis dan suasana duka mendalam menyelimuti Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya pada Minggu (5/7/2026) siang. Sekitar pukul 13.40 WIB, mobil ambulans yang membawa jenazah Aiptu Sumariyanto akhirnya tiba di halaman Gedung Pelayanan Terpadu setelah menempuh perjalanan evakuasi dari Kabupaten Katingan.

Begitu pintu ambulans dibuka dan peti jenazah yang dibungkus bendera merah putih diturunkan oleh para personel kepolisian, pertahanan pihak keluarga runtuh. Tangisan histeris yang menyayat hati pecah, terutama dari anak almarhum yang terus merintih memanggil sang ayah. Isak pilu tersebut menggema di sepanjang lorong gedung, membuat suasana terkesan semakin emosional saat anggota keluarga lainnya saling berpelukan untuk menguatkan satu sama lain.

Sederet personel kepolisian yang mengawal kedatangan jenazah juga tidak bisa menyembunyikan kesedihan mereka. Dengan wajah tertunduk, beberapa polisi tampak menyeka air mata saat memberikan penghormatan terakhir kepada rekan sejawat yang gugur di medan tugas tersebut.

Kesedihan mendalam turut diutarakan oleh rekan satu angkatan almarhum, AKP Miftah Khoiri. Ia mengaku sangat kehilangan sosok sahabat yang selama ini dikenal memegang teguh dedikasi kerja dan memiliki kepribadian yang sangat hangat kepada siapa pun.

"Kami dari Polda Kalimantan Tengah merasa sangat kehilangan rekan kami. Kami berharap semoga beliau diterima di sisi Allah SWT. Kami semua rekan-rekannya merasa sangat berduka, karena beliau termasuk rekan yang sangat baik," ungkap Miftah dengan mata berkaca-kaca.

Miftah mengenang bahwa selama masa dinasnya, Aiptu Sumariyanto merupakan personel teladan yang tidak pernah membuat pelanggaran dan selalu totalitas dalam mengemban misi penugasan. Almarhum juga dikenal supel, rendah hati, mudah berbaur dengan masyarakat, serta selalu mengedepankan semangat gotong royong saat bekerja kelompok bersama rekan-rekannya. Karena pembawaannya yang ramah, kabar duka ini langsung memukul mental banyak personel polisi di lingkungan Polda Kalteng.

Aiptu Sumariyanto dinyatakan gugur dalam garis depan saat menjalankan tugas negara dalam operasi penindakan kasus narkotika di Kabupaten Katingan. Kepergiannya meninggalkan luka yang dalam, baik bagi keluarga yang ditinggalkan maupun bagi seluruh keluarga besar Korps Bhayangkara Kalimantan Tengah yang kehilangan salah satu putra terbaiknya yang disiplin dan setia mengabdi hingga akhir hayat. (*)

Editor : Indra Zakaria
#kalteng