PALANGKA RAYA — Tabir kekejaman dalam tragedi pembantaian tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan di Desa Tumbang Kalemei perlahan mulai terkuak. Salah satu eksekutor lapangan berinisial Y, yang diringkus tim gabungan pada Rabu (8/7) pagi, memberikan pengakuan mengerikan terkait detik-detik penyiksaan para korban.
Berdasarkan rekaman video interogasi awal di lokasi penangkapan yang diterima redaksi, Y yang dalam kondisi tangan terborgol membeberkan secara gamblang peran keji para pelaku saat menghabisi Ipda Anumerta Sumariyanto, Aiptu Anumerta Yudhie Perdana Putra, dan Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana.
Y mengaku bahwa dirinya terlibat langsung dalam aksi pembakaran mobil operasional yang digunakan para personel kepolisian pada malam penggerebekan tersebut. Tidak berhenti di situ, ia juga ikut dalam perburuan brutal ketika para korban mencoba menyelamatkan diri ke arah sungai. "Saya ikut mengejar anggota yang kabur ke sungai Katingan. Naik kelotok (perahu motor) bersama pelaku lainnya," aku Y di hadapan petugas.
Y mengungkapkan bahwa kelompoknya telah mempersiapkan persenjataan secara matang untuk melakukan perlawanan. Ia menyebut ada sedikitnya empat pucuk senapan rakitan yang digunakan gerombolan tersebut untuk memberondong para petugas. "Ada empat pucuk (senjata rakitan). Yang mengejar polisi pakai kelotok itu Robi, dan Ateng bagian yang menembak," ungkap Y menjabarkan nama-nama rekannya.
Darah dingin para pelaku kian terlihat saat Y menceritakan momen ketika para anggota polisi yang sudah dalam kondisi kelelahan terkepung di pinggiran sungai berpasir (pulau). Dalam kondisi tidak berdaya, para pelaku menyerang menggunakan senjata tajam jenis tombak. "Sempat menombak anggota polisi? Bagian mana?" tanya petugas yang menginterogasi.
"Bagian depan (tubuh)," jawab Y pelan.
Kendati demikian, Y berdalih tidak mengetahui secara pasti lokasi eksekusi akhir tempat dua anggota polisi lainnya dihabisi sebelum jasad mereka dibuang ke sungai. Pihak penyidik menegaskan bahwa pengakuan awal Y ini akan terus didalami, dikonfrontasi, dan dirangkai dengan keterangan saksi lain guna menyusun kronologi utuh dari lima Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang teridentifikasi.
Dua Buronan Baru "Bio dan Ramblan" Kini Diburu
Di sisi lain, pengejaran terhadap sisa-sisa anggota komplotan ini terus diintensifkan. Setelah berhasil mengamankan total lima pelaku—yakni Saldy (S), Robi (R), N, L, dan Y—fokus tim buru sergap kini beralih kepada dua nama baru berinisial Bio dan Ramblan yang merupakan adik kandung dari tersangka utama, Saldy.
Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, menegaskan bahwa institusinya tidak akan memberikan toleransi sedikit pun dan akan mengejar para pelaku hingga ke lubang sembunyi mana pun. "Kepada para pelaku yang belum ditangkap, kami perintahkan agar segera menyerahkan diri secara baik-baik kepada kepolisian. Kami tidak akan pernah mundur selangkah pun dalam melakukan penindakan tegas terhadap para pelaku jaringan narkoba," pungkas Irjen Pol Iwan Kurniawan dengan nada memperingatkan.(*)
Editor : Indra Zakaria