Ancaman Karhutla Makin Nyata: Kotim Resmi Tetapkan Status Tanggap Darurat Selama 28 Hari

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 11:30 WIB
Karhutla di Kotim.(BPBD)
Karhutla di Kotim.(BPBD)

 PROKAL.CO- Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengambil langkah tegas untuk membendung amukan kebakaran hutan dan lahan yang kian meluas. Pemkab Kotim resmi menaikkan status penanganan karhutla dari Siaga Darurat menjadi Tanggap Darurat selama 28 hari, terhitung mulai 30 Juli hingga 26 Agustus 2026. Keputusan krusial ini disepakati usai rapat evaluasi bersama jajaran Forkopimda dan instansi terkait menyusul kondisi lapangan yang kian mengkhawatirkan.

Bupati Kotim, Halikinnor, membeberkan bahwa eskalasi status ini dipicu oleh lonjakan titik panas serta munculnya kabut asap menjelang puncak musim kemarau. Bahkan, Halikinnor menyaksikan sendiri kepulan asap membumbung dari beberapa wilayah Kotim saat melakukan penerbangan menuju Sampit.

"Berdasarkan kriteria yang ada, kondisinya sudah memenuhi syarat sehingga disepakati status dinaikkan dari siaga menjadi Tanggap Darurat. Saya tadi dari pesawat melihat beberapa titik asap. Dan sekarang hampir tidak ada hujan lagi. Karena itu kita harus lebih siap mengantisipasi sebelum kondisinya semakin meluas," ujar Bupati Kotim, Halikinnor.

Peningkatan status ini memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi pemerintah daerah untuk mencairkan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) serta mempermudah koordinasi bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalteng maupun pusat, termasuk pengerahan helikopter bom air (water bombing).

Kondisi kritis di lapangan turut dikonfirmasi oleh Kepala Pelaksana BPBD Kotim. Selain insiden kebakaran yang kini terjadi hampir setiap hari, indikator kekeringan lahan gambut di Kotim sudah memasuki fase sangat rawan dengan tinggi muka air tanah yang merosot hingga minus 1,28 meter.

Gambut yang makin mengering ini diperparah dengan temuan hampir 300 titik panas (hotspot) berkategori ekstrem sepanjang bulan Juli. Lewat penetapan status Tanggap Darurat ini, seluruh armada pemadam, pasokan air bersih, dan personel gabungan disiagakan penuh demi mencegah bencana kabut asap parah melumpuhkan aktivitas warga. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kotim