PALANGKA RAYA — Momen wisuda dan senyum bahagia saat memegang ijazah ternyata belum menjadi jaminan mulusnya jalan menuju dunia kerja. Bagi puluhan ribu lulusan baru (fresh graduate) di Kalimantan Tengah, babak baru setelah lulus kuliah justru diuji dengan kerasnya persaingan memburu lapangan kerja.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran di Kalteng menembus angka 58.612 orang. Lulusan anyar dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah kejuruan menjadi salah satu penyumbang dominan lantaran masih berada dalam fase transisi dari dunia pendidikan menuju dunia profesional.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalteng, Farid Wajdi, mengungkapkan bahwa fenomena membludaknya pencari kerja dari kalangan fresh graduate merupakan siklus tahunan yang tak terhindarkan.
"Fresh graduate, karena begitu lulus kan belum tentu langsung bekerja. Misalnya ada seribu orang yang diwisuda, mungkin yang sudah memiliki pekerjaan hanya sekitar seratus orang. Sisanya masih mencari pekerjaan selama satu, dua, bahkan tiga bulan," ujar Farid. Dari pemetaan wilayah, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menduduki posisi puncak dengan jumlah pengangguran terbanyak di Kalteng, disusul oleh Ibu Kota Palangka Raya dan Kabupaten Kapuas.
Farid meluruskan bahwa tingginya angka pengangguran tidak serta-merta mengindikasikan ketiadaan lowongan pekerjaan. Kendala terbesar yang sering ditemui di lapangan adalah persoalan mismatch alias ketidaksesuaian antara kompetensi yang dimiliki pencari kerja dengan kualifikasi yang dicari perusahaan.
Di sisi lain, tidak sedikit pula lowongan kerja yang akhirnya sepi peminat karena faktor geografis maupun ketidaksesuaian ekspektasi gaji dan latar belakang pendidikan.
"Ada lowongan, tetapi tidak diminati karena lokasinya jauh. Ada juga lowongan yang tersedia tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan atau kompetensi pencari kerja," terang Farid.
Meski demikian, pihak Disnakertrans menegaskan kondisi Kalteng secara umum masih dalam kategori stabil. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kalteng sejauh ini masih berada di bawah angka 4 persen, yang menandakan sebagian besar angkatan kerja di Kalteng tetap berhasil terserap.
Guna mengikis jurang pemisah antara pencari kerja dan kebutuhan industri, Pemprov Kalteng gencar menggelar pelatihan berbasis kompetensi, menggelar job fair, serta merangkul sektor swasta agar lebih terbuka dalam mengumumkan lowongan kerja.
"Upaya ini penting karena persoalan pengangguran tidak cukup diselesaikan hanya dengan menambah jumlah lowongan. Kesesuaian antara kebutuhan perusahaan dan kompetensi tenaga kerja juga harus menjadi perhatian," tegasnya. (*)
Berikut rincian angka pengangguran per daerah di Kalteng:
Kotawaringin Timur: 10.114 orang
Palangka Raya: 8.175 orang
Kapuas: 7.986 orang
Kotawaringin Barat: 6.546 orang
Barito Utara: 4.211 orang
Katingan: 4.035 orang
Seruyan: 3.180 orang
Barito Selatan: 2.972 orang
Gunung Mas: 2.461 orang
Barito Timur: 2.267 orang
Lamandau: 1.771 orang
Pulang Pisau: 1.757 orang
Sukamara: 1.638 orang
Murung Raya: 1.499 orang
Editor : Indra ZakariaSumber : Kalteng Pos