Karhutla di Kotim Makin Parah, Status Tanggap Darurat Berpeluang Diperpanjang

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:30 WIB
Karhutla di Kotim.
Karhutla di Kotim.

 
SAMPIT – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kian membara memaksa Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengambil aba-aba ketat. Jika kobaran api tak kunjung padam hingga akhir masa penetapan pada 26 Agustus 2026 mendatang, Opsi perpanjangan status tanggap darurat bakal langsung dieksekusi.

Bupati Kotim, Halikinnor, mengungkapkan bahwa keputusan tersebut bergantung pada dinamika eskalasi di lapangan serta peringatan dini perubahan cuaca. Mengingat prediksi musim kemarau ekstrem diperkirakan masih akan terus mencengkeram hingga September mendatang, langkah penanganan ekstra tak lagi bisa ditawar.

"Kalau memang kondisinya seperti ini, bisa kita perpanjang. Kita sudah menentukan sampai tanggal 26 Agustus. Kalau memang kita melihat—apalagi informasi puncak kemarau sampai September nanti—pasti kita perpanjang," tegas Halikinnor saat memberikan keterangan, Selasa (18/8/2026).

Kondisi di lapangan saat ini memang memperlihatkan situasi yang kian mengkhawatirkan. Terik panas yang membakar membuat kantong-kantong air vital seperti embung dan parit mulai mengering krisis.

Halikinnor mengakui bahwa situasi gawat ini sebenarnya sudah diantisipasi sejak awal berdasarkan ramalan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Namun, kenyataan di lapangan membuktikan serangan Karhutla melaju jauh lebih agresif.

"Setelah melihat gejolak dan berdasarkan ramalan BMKG bahwa ini kemarau panjang dan panas, ternyata benar. Puncaknya kan Agustus dan September, dan ini baru Agustus," ujarnya prihatin.

Menghadapi keterbatasan armada serta minimnya pasokan air, Pemkab Kotim kini mengerahkan seluruh sumber daya yang ada. Pertempuran melawan si jago merah dilakukan secara bersatu padu dengan menerjunkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TNI, hingga jajaran Polri.

Halikinnor menekankan, tanpa adanya sinergi dan kolaborasi total di lapangan, pertempuran melawan Karhutla yang kian meluas ini mustahil dapat dimenangkan. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kotim