SAMPIT – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengamuk di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tidak hanya mengancam kesehatan warga, tetapi juga menjadi tragedi mengerikan bagi keanekaragaman hayati. Tak sedikit satwa liar yang mati mengenaskan terpanggang api, sementara sebagian lainnya terpaksa merambah kebun dan permukiman warga demi bertahan hidup.
Komandan BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, membeberkan bahwa kelompok reptil seperti ular menjadi korban paling dominan yang ditemukan petugas usai proses pemadaman di lapangan.
“Yang ditemukan adalah satwa liar jenis ular, seperti sanca kembang atau sanca batik, sanca depung, kobra, dan king kobra,” ujar Muriansyah saat memberikan keterangan. Meskipun laporan resmi yang masuk baru mencatat belasan bangkai ular, Muriansyah meyakini angka asli korban satwa liar jauh lebih besar dari yang terlihat di permukaan.
“Laporan yang masuk sejauh ini baru belasan ekor, tetapi kemungkinan jumlah sebenarnya jauh lebih besar. Banyak ular bersembunyi di dalam tanah sehingga ketika terbakar bangkainya tidak semuanya bisa ditemukan,” jelasnya. Tak hanya ular dan anakan burung yang tewas terpanggang api atau tercekik asap pekat, karhutla juga memicu ancaman konflik baru antara manusia dan mamalia besar. Satwa dilindungi seperti orangutan dan beruang madu dilaporkan mulai berkeliaran keluar dari hutan yang hangus untuk mencari makan.
“Untuk satwa seperti orangutan dan beruang madu, dampaknya lebih banyak membuat mereka berpindah. Mereka akan mencari kawasan yang lebih aman, termasuk masuk ke kebun, ladang, atau lingkungan yang dekat dengan permukiman,” ungkap Muriansyah.
Ia memaparkan bahwa satwa-satwa ini terdesak mendatangi kebun warga karena masih tersedianya pasokan air serta sumber pakan alami.
“Ketika masuk ke kebun, mereka masih bisa menemukan air dari parit atau sumur. Pakan pun ada, misalnya buah, nanas, dan umbut kelapa sawit yang ditanam warga,” tambahnya. BKSDA Pos Sampit bahkan telah menerima laporan kemunculan orangutan di sekitar ruas Jalan Sampit-Kota Besi dan menerjunkan tim ke lokasi. Pihak otoritas mengimbau warga yang beraktivitas di ladang atau kebun agar ekstra waspada saat berhadapan langsung dengan satwa liar yang kehilangan ruang hidupnya akibat karhutla. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co