SAMPIT — Bencana kabut asap pekat terus mengepung Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis (8/10/2026). Kondisi asap yang menebal sejak dini hari hingga pagi hari sempat membuat jarak pandang (visibility) bagi pengendara dan masyarakat anjlok hingga menyisakan 100 meter saja.
"Sejak dini hari asap makin tebal hingga siang. Lalu sore kembali menebal lagi," keluh Uana, warga Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Data BMKG Stasiun Meteorologi Sampit mencatat, pada pukul 06.00 WIB hingga 07.00 WIB, jarak pandang berada di titik terendah yakni 100 meter dengan cuaca tertutup kabut asap pekat. Suhu udara saat subuh tercatat berada pada kisaran 20,4 hingga 21,6 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 79 persen dan kondisi angin dalam keadaan tenang (calm).
Kondisi pandangan mulai membaik secara perlahan pada pukul 08.00 WIB, di mana jarak pandang naik menjadi 200 meter seiring meningkatnya suhu udara menjadi 25,4 derajat Celsius dan angin bertiup perlahan dari arah selatan.
Meski jarak pandang berangsur naik menjelang siang, kabut asap dilaporkan masih mendominasi dan mengancam kesehatan serta keselamatan berkendara. BMKG dan pihak terkait mengimbau masyarakat Sampit untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar rumah, terutama bagi pengguna jalan raya, serta selalu mengandalkan masker guna mengantisipasi paparan ISPA. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co