SAMPIT – Ancam kabut asap pekat terus membelenggu Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Tak hanya menyulitkan pandangan pengendara di jalan raya, tingginya konsentrasi polutan kini makin nyata mengganggu kesehatan warga yang beraktivitas di luar rumah.
Keluhan mendalam dirasakan langsung oleh masyarakat yang harus menembus tebalnya paparan asap saban pagi.
"Mata makin perih, kabut asap begitu pekatnya. Tampaknya merata tebalnya di Sampit," tutur Didi, salah seorang warga Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Senin (12/10/2026).
Ancaman kesehatan tersebut terkonfirmasi oleh data resmi kualitas udara yang terus memburuk. Berdasarkan pantauan aplikasi ISPUnet pada pukul 08.00 WIB, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kotim melonjak hingga menyentuh angka 318. Angka ini menempatkan kualitas udara Sampit pada taraf berbahaya akibat tingginya konsentrasi partikel mikro PM2.5.
Tak hanya kualitas udara yang berada di level kritis, jarak pandang warga pun memendek secara drastis dalam hitungan jam.
"Jarak pandang di Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit pada pukul 08.00 WIB tercatat mencapai 200 meter, namun hanya satu jam kemudian turun menjadi 100 meter," terang pihak BMKG Kotim melalui laporan pengamatannya.
Kombinasi udara berbahaya dengan konsentrasi PM2.5 yang sangat tinggi ini memicu risiko dampak kesehatan serius bagi saluran pernapasan dan mata. Warga pun diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, selalu mengonsumsi air putih yang cukup, serta mengenakan masker pelindung standar saat terpaksa bepergian. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co