Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

IFG Dorong Inklusi Asuransi Nasional Lewat Edukasi, Inovasi Produk, dan Teknologi Digital  

Wawan • Senin, 13 Oktober 2025 - 22:30 WIB

 

Photo
Photo

PROKAL.co, JAKARTA-Dalam upaya membangun masyarakat yang lebih siap menghadapi risiko finansial, Indonesia Financial Group (IFG)—holding BUMN yang membawahi sektor asuransi, penjaminan, dan investasi—terus memperkuat strategi literasi dan inklusi keuangan di Tanah Air.

Tak hanya menyasar masyarakat menengah ke atas, IFG justru menaruh fokus besar pada kelompok rentan dan kalangan menengah ke bawah yang selama ini belum terlayani optimal oleh produk asuransi konvensional.

Melalui pendekatan tiga pilar utama: edukasi, inovasi produk, dan kolaborasi strategis, IFG menjawab tantangan rendahnya penetrasi asuransi nasional yang hingga kini masih berkutat di kisaran 3 persen dari total populasi penduduk Indonesia.

“Kami ingin mengubah persepsi bahwa asuransi itu rumit dan mahal. Asuransi seharusnya menjadi bagian dari gaya hidup aman masyarakat Indonesia,” ujar perwakilan IFG.

IFG memulai misinya dengan menurunkan tim edukasi ke tengah masyarakat. Edukasi bukan disampaikan dalam bentuk seminar atau brosur semata, tapi melalui simulasi kehidupan nyata.

Bagaimana asuransi membantu warung kecil bertahan saat musibah terjadi? Bagaimana santunan asuransi jiwa mampu menjamin kelangsungan pendidikan anak? Pertanyaan-pertanyaan seperti inilah yang dijawab IFG dalam bahasa sederhana yang mudah dipahami.

“Kami ingin masyarakat merasakan langsung manfaat asuransi dalam kehidupan mereka, bukan sekadar tahu definisinya,” kata IFG.

Edukasi ini menyasar segmen spesifik seperti keluarga muda, pelaku UMKM, generasi milenial dan Gen Z, serta komunitas berbasis keagamaan dalam pendekatan syariah.

IFG menyadari bahwa aksesibilitas finansial menjadi penghalang utama adopsi asuransi. Maka, bersama anggota holding seperti IFG Life, Jasa Raharja, Askrindo, dan Jasindo, mereka meluncurkan produk yang dirancang ringan dari sisi premi, tapi kuat dari sisi manfaat.

Sebut saja LifeSAVER dari IFG Life, produk asuransi kecelakaan dengan premi mulai dari Rp 25.000 per bulan. Atau produk Third Party Liability (TPL) dari Jasa Raharja Putera yang memberi perlindungan kepada pemilik kendaraan dari tuntutan pihak ketiga.

“Kami merancang produk layaknya kopi sachet—murah, praktis, dan menyentuh kebutuhan paling dasar,” jelas IFG.

Transformasi digital juga menjadi amunisi utama IFG dalam memperluas inklusi. Lewat aplikasi One by IFG, masyarakat kini bisa membeli, mengelola, bahkan klaim produk asuransi hanya lewat ponsel.

Nelayan di pesisir, petani di pelosok desa, hingga pekerja lepas di kota kini bisa mengakses proteksi jiwa, asuransi kecelakaan, hingga layanan kesehatan digital seperti telemedicine dan konsultasi dokter daring.

“Digitalisasi bukan hanya membuat semuanya lebih mudah, tapi juga lebih manusiawi. Produk kami hadir kapan pun dan di mana pun mereka butuhkan.”

Aplikasi ini juga mengintegrasikan produk investasi, penjaminan, hingga layanan konsultasi keuangan, menjadikannya semacam super-app finansial untuk semua kalangan.

IFG menyadari bahwa inklusi asuransi tidak bisa diwujudkan secara tunggal. Mereka menggandeng berbagai pihak: dari regulator, BUMN lain, sektor swasta, universitas, hingga pemerintah daerah, untuk memperluas jangkauan dan memperkuat dampak.

Salah satu kolaborasi menarik datang dari program Road Safety Ranger Z bersama Jasa Raharja, yang melibatkan anak muda sebagai duta keselamatan berkendara dan agen literasi asuransi melalui media sosial dan kampanye lapangan.

IFG juga aktif dalam penelitian lewat IFG Progress, lembaga riset internal yang mengkaji literasi, inklusi, dan pengembangan industri asuransi berbasis data. Temuan dari riset ini menjadi fondasi dalam merancang strategi literasi dan inovasi produk ke depan.

Bagi IFG, asuransi bukan sekadar produk keuangan, tapi bagian dari strategi ketahanan nasional. Melalui proteksi yang tepat, masyarakat dapat lebih tenang menghadapi risiko hidup—dari kecelakaan, bencana, hingga kehilangan pencari nafkah.

“Kami ingin menjadikan asuransi sebagai kebutuhan dasar, bukan lagi barang mewah. Ketika semua lapisan masyarakat terlindungi, maka bangsa ini pun akan lebih kuat.”

Dengan pendekatan edukatif, inovatif, dan kolaboratif, IFG optimistis membawa Indonesia menuju era inklusi asuransi yang lebih luas, adil, dan berkelanjutan.

Editor : Wawan
#asuransi #IFG 2025