PROKAL.CO- Kualitas pembangunan manusia di Kalimantan Timur menunjukkan tren yang kian positif dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bumi Etam kini tercatat berada di angka 79,39. Capaian signifikan ini memposisikan Kalimantan Timur berada di atas rata-rata nasional, sebagaimana dipaparkan dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Kependudukan dan Pembangunan Keluarga di Kantor Gubernur Kaltim. Mewakili Gubernur Kaltim, Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kaltim, Anik Nurul Aini, menyebutkan bahwa angka tersebut ditopang oleh berbagai indikator kesejahteraan yang stabil.
Beberapa indikator kunci yang menjadi motor penggerak IPM Kaltim meliputi harapan lama sekolah yang mencapai 14,04 tahun serta usia harapan hidup yang menyentuh angka 75,28 tahun. Selain itu, di sektor pendidikan, Angka Partisipasi Kasar (APK) Kaltim menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan nilai 95,59. Dari sisi kesehatan, prevalensi stunting juga berhasil ditekan hingga ke angka 15,94 persen, menunjukkan keberhasilan intervensi gizi di wilayah tersebut.
Guna mempertahankan tren positif ini, Pemprov Kaltim berkomitmen memperkuat Program Bangga Kencana melalui kolaborasi erat dengan BKKBN. Program ini menggunakan pendekatan siklus hidup, yang berarti intervensi dilakukan secara menyeluruh mulai dari masa remaja, persiapan calon pengantin, hingga pendampingan bagi keluarga dengan balita dan lansia. Anik Nurul Aini menegaskan bahwa transformasi pembangunan tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia yang bermula dari unit terkecil, yaitu keluarga.
Sebagai langkah konkret secara hukum, pemerintah daerah mengandalkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga. Regulasi ini menjadi landasan kuat bagi berbagai program edukasi, pelatihan, serta pemberdayaan ekonomi keluarga di seluruh kabupaten/kota. Selain itu, akses terhadap pelayanan perencanaan keluarga dan penyediaan alat kontrasepsi terus ditingkatkan untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan masa depan. Melalui sinergi lintas sektor, Kaltim optimis dapat melahirkan generasi masa depan yang tangguh, adaptif, dan berkarakter kuat dari lingkungan keluarga yang sehat dan sejahtera. (*)
Editor : Indra Zakaria