Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kartini di Balik Proyek Kilang Balikpapan, Perempuan Jadi Garda Depan Budaya Keselamatan

Wawan • Kamis, 23 April 2026 | 09:06 WIB
Di tengah padatnya aktivitas proyek kilang, perusahaan justru menghadirkan pendekatan humanis dalam membangun budaya keselamatan kerja melalui program Woman Positive Safety Intervention.
Di tengah padatnya aktivitas proyek kilang, perusahaan justru menghadirkan pendekatan humanis dalam membangun budaya keselamatan kerja melalui program Woman Positive Safety Intervention.

 

PROKAL.co, BALIKPAPAN- Momentum Hari Kartini dimaknai secara berbeda oleh PT Kilang Pertamina Balikpapan. Di tengah padatnya aktivitas proyek kilang, perusahaan justru menghadirkan pendekatan humanis dalam membangun budaya keselamatan kerja melalui program Woman Positive Safety Intervention (WPSI).

Program ini tidak sekadar kampanye formal, melainkan menghadirkan sentuhan emosional yang lebih dekat dengan keseharian para pekerja. Pekerja perempuan dilibatkan langsung turun ke lapangan, berinteraksi dengan rekan kerja, serta mengingatkan pentingnya keselamatan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga yang menunggu di rumah.

Pendekatan ini terasa semakin kuat ketika keluarga pekerja turut dihadirkan dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata bahwa setiap pekerja memiliki tanggung jawab untuk pulang dengan selamat. Suasana hangat pun tercipta saat pesan-pesan sederhana disampaikan langsung oleh orang terdekat.

“Hati-hati kerjanya ya, selalu pakai alat pelindung diri, supaya bisa pulang dengan selamat,” ujar Mei, salah satu anggota keluarga pekerja, yang suaranya menjadi pengingat paling kuat di tengah hiruk pikuk proyek.

Bagi para pekerja, pengalaman ini meninggalkan kesan mendalam. Emmanuel, salah satu pekerja kontraktor, mengaku mendapatkan motivasi berbeda saat menerima kejutan kehadiran keluarga di lokasi kerja. “Di hari spesial ini, saya mendapat energi positif. Kehadiran keluarga menjadi pengingat untuk selalu menjaga diri dan rekan kerja,” ungkapnya.

Saat ini, peran perempuan di lingkungan KPB terus menunjukkan peningkatan. Dari total tenaga kerja, sekitar 12,47 persen atau 212 pekerja merupakan perempuan. Di industri minyak dan gas yang selama ini identik dengan dominasi laki-laki, angka tersebut mencerminkan kontribusi nyata perempuan dalam berbagai lini, termasuk dalam membangun budaya keselamatan yang lebih inklusif.

Vice President Legal & Relation KPB, Asep Sulaeman, menilai semangat Kartini sejalan dengan nilai keselamatan kerja yang diusung perusahaan. Menurutnya, kepedulian untuk saling mengingatkan menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman. “Keselamatan bukan hanya soal aturan, tetapi juga tentang kepedulian. Perempuan di KPB menghadirkan pendekatan yang lebih menyentuh dan membumi,” jelasnya.

Ia menambahkan, budaya keselamatan harus dibangun sebagai kesadaran bersama, bukan sekadar kewajiban administratif. Dengan pendekatan yang lebih humanis, pesan keselamatan diharapkan lebih mudah diterima dan dijalankan oleh seluruh pekerja.

“Tujuan akhirnya sederhana, setiap pekerja bisa kembali ke rumah dengan selamat setiap hari,” tutupnya.

Melalui inisiatif ini, KPB tidak hanya memperingati Hari Kartini, tetapi juga memperkuat makna keselamatan kerja sebagai bentuk tanggung jawab bersama yang berakar dari kepedulian dan nilai kemanusiaan.

Editor : Wawan
#KPB #pertamina kilang balikpapan