Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sanggah Isu Boros, Rudy Mas'ud Klaim Anggaran Makan Minum Kaltim 2026 Justru Menyusut

Redaksi Prokal • Rabu, 29 April 2026 | 05:42 WIB
Gubernur Kaltim, Rudy Mas
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud

SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, akhirnya angkat bicara merespons riuh publik terkait sorotan terhadap anggaran makan minum Pemerintah Provinsi Kaltim yang menyentuh angka miliaran rupiah. Rudy menegaskan bahwa narasi yang beredar di masyarakat saat ini tidak utuh dan cenderung menyesatkan karena hanya mengambil potongan data tertentu tanpa melihat gambaran besarnya.

Sambil menunjukkan data langsung dari ponselnya saat konferensi pers di Hotel Atlet Samarinda pada Selasa malam, Rudy meluruskan bahwa di bawah kepemimpinannya, belanja jamuan tersebut justru menunjukkan tren penurunan yang signifikan. Ia membeberkan fakta bahwa pada tahun 2023, anggaran tersebut berada di angka Rp 12,33 miliar, yang kemudian sempat mengalami puncak kenaikan pada tahun 2024 hingga mencapai Rp 15,89 miliar.

Namun, memasuki tahun 2025, angka tersebut mulai ditekan kembali menjadi Rp 11,93 miliar, dan diproyeksikan akan terus turun hingga menyentuh Rp 10,24 miliar pada tahun anggaran 2026 mendatang. Rudy menjelaskan bahwa fluktuasi ini adalah hal yang wajar dalam penganggaran, namun ia memastikan komitmennya untuk terus melakukan efisiensi. Ia menyayangkan adanya informasi yang beredar secara sepotong-sepotong yang hanya menonjolkan komponen tertentu sehingga memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Gubernur yang akrab disapa Harum ini pun melempar undangan terbuka bagi pihak-pihak yang masih meragukan transparansi angka tersebut untuk datang dan memvalidasi langsung ke sumber resmi di kantor gubernur. Menurutnya, keterbukaan informasi adalah kunci agar publik tidak terjebak dalam spekulasi yang keliru.

Meski memberikan pembelaan terhadap data yang dianggapnya tidak utuh, Rudy tetap menunjukkan sikap terbuka terhadap kritik. Ia menegaskan siap melakukan evaluasi dan perbaikan jika memang ditemukan kesalahan administratif dalam penyusunan anggaran. Namun, ia berpesan agar setiap kritik yang dilayangkan tetap berbasis pada fakta yang valid, bukan sekadar memanaskan suasana dengan isu yang tidak benar. "Kalau ada yang salah ya kita perbaiki, tapi jangan malah dibakar sehingga menjadi isu yang tidak benar," pungkasnya menutup pembicaraan. (*)

Editor : Indra Zakaria
#rudy mas'ud