PROKAL.co, BALIKPAPAN – Pemerintah daerah didorong tidak hanya menggagas program penanaman pohon, tetapi juga memperkuatnya melalui regulasi yang jelas serta evaluasi berkala agar berdampak nyata, khususnya dalam membangun karakter generasi muda dan ketahanan pangan.
Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik, mengatakan bahwa intervensi pemerintah sangat penting, terutama melalui penerbitan peraturan wali kota (perwako) atau peraturan kepala daerah lainnya. Regulasi tersebut dinilai menjadi landasan agar program dapat dijalankan secara sistematis hingga ke tingkat sekolah.
“Kalau ingin membangun ketahanan pangan berbasis sekolah, maka pemerintah kota atau kabupaten harus menyiapkan regulasinya. Dengan adanya perwako, nanti Dinas Pendidikan dan sekolah-sekolah akan bergerak,” ujar pria yang pernah menjadi Pj Gubernur Kaltim ini.
Ia menjelaskan, sekolah merupakan institusi yang tunduk pada kebijakan daerah. Karena itu, regulasi yang kuat akan memastikan program berjalan serentak dan berkelanjutan.
Lebih dari sekadar penghijauan, program menanam pohon juga dinilai memiliki manfaat ganda dalam membentuk karakter siswa. Setiap siswa dapat diwajibkan menanam dan merawat satu tanaman, bukan semata dilihat dari hasil tanamannya, tetapi dari nilai disiplin, tanggung jawab, dan kebersamaan yang ditanamkan.
“Ini bukan soal menanam terong atau tanaman lain, tapi bagaimana membangun disiplin, tanggung jawab, dan rasa cinta tanah air,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan program melalui pengawasan dan evaluasi rutin. Menurutnya, kebijakan tanpa evaluasi akan kehilangan arah dan berpotensi tidak berjalan efektif.
“Minimal setiap tiga bulan harus ada evaluasi. Kebijakan tanpa evaluasi itu seperti tidak punya arah. Selama ini persoalannya tidak ada KPI (Key Performance Indicator, RED) yang jelas,” tegas Akmal.
Pendekatan serupa juga diterapkan dalam kegiatan penanaman mangrove, yang tidak hanya berfungsi menjaga lingkungan, tetapi juga mendukung ekosistem tambak dengan menyediakan pakan alami bagi ikan.
Ia menilai, pembangunan sektor pangan tidak bisa dilepaskan dari kualitas sumber daya manusia. Karena itu, intervensi terhadap generasi muda menjadi kunci utama.
“Pangan itu penting, tapi manusianya lebih penting. Kita harus membangun karakter generasi muda agar disiplin, cinta tanah air, dan siap berkontribusi,” ujarnya.
Akmal Malik juga mengatakan, program ini diharapkan menjadi bagian dari gerakan nasional dalam membangun karakter bangsa. "Dengan pendekatan sederhana namun berdampak luas, seperti menanam pohon dan menjaga lingkungan secara berkelanjutan," ujarnya.
Editor : Wawan