SAMARINDA – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Umum Setdaprov Kaltim, Astri Intan Nirwany, melakukan langkah proaktif dalam transparansi publik dengan memaparkan secara terbuka pengelolaan aset dan anggaran daerah. Dalam sesi Jumpa Pers yang digelar di Kantor Diskominfo Kaltim pada Selasa (5/5), perempuan yang akrab disapa Aci ini mengurai kompleksitas tugas biro yang ia pimpin dalam menjaga marwah fasilitas negara.
Aci menjelaskan bahwa Biro Umum mengemban tanggung jawab besar sebagai tulang punggung pelayanan pimpinan daerah, yang mencakup pengelolaan rumah jabatan, gedung pertemuan, hingga fasilitas VIP di bandara. “Yang kami kelola bukan hanya satu bangunan, tapi banyak fasilitas. Mulai dari kantor gubernur, rumah jabatan, guest house, hingga gedung pertemuan dan tempat ibadah,” jelasnya mengawali paparan. Menurutnya, seluruh alokasi anggaran difokuskan untuk memastikan operasional aset-aset tersebut tetap prima, mengingat fasilitas tersebut juga sering dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
Salah satu poin krusial yang diklarifikasi dalam pertemuan tersebut adalah mengenai isu anggaran rehabilitasi rumah jabatan gubernur sebesar Rp25 miliar yang sempat memicu perbincangan hangat di publik. Aci meluruskan bahwa angka tersebut bukanlah biaya tunggal untuk satu bangunan, melainkan akumulasi dari 55 paket kegiatan yang berbeda. Ia merinci bahwa sebagian besar dana justru terserap untuk fungsi perawatan jangka panjang demi menjaga fungsi bangunan. “Mayoritas anggarannya, 45 persen untuk belanja pemeliharaan. Seperti perbaikan gedung dan pengadaan sarana pendukung layanan,” ujarnya lugas.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa perencanaan anggaran ini sebenarnya telah disusun jauh sebelum kepala daerah terpilih sebagai bentuk kesiapan standar pelayanan. Berdasarkan evaluasi teknis di lapangan, banyak fasilitas ditemukan dalam kondisi yang memprihatinkan akibat faktor usia dan cuaca. Mulai dari instalasi listrik yang usang, pipa air yang tersumbat, hingga kerusakan struktural lainnya. “Kami menemukan banyak kerusakan, seperti atap bocor, pompa air rusak, hingga fasilitas yang tidak berfungsi. Ini yang menjadi dasar kuat dilakukannya rehabilitasi,” ungkap Aci.
Meski saat ini tengah berada dalam koridor efisiensi anggaran, Biro Umum memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan tetap diprioritaskan pada kebutuhan mendasar dan pelayanan publik. Aci menegaskan komitmennya bahwa transparansi ini adalah bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat Kaltim. “Anggaran yang kami kelola benar-benar dimaksimalkan untuk mendukung kelancaran kegiatan pemerintahan serta memastikan aset daerah tetap terjaga nilainya,” tutupnya tegas. (*)
Editor : Indra Zakaria