24 Tim ERT Adu Kemampuan di IMERC 2026, Simulasi Penyelamatan Uji Kecepatan dan Kekompakan

Wawan • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 04:49 WIB
Kompetisi memasuki hari pertama pada Jumat (7/8), yang digelar di Training Ground Garuda Rescue Nusantara (GRN), Kalimantan Timur.
Kompetisi memasuki hari pertama pada Jumat (7/8), yang digelar di Training Ground Garuda Rescue Nusantara (GRN), Kalimantan Timur.

 

PROKAL.co BALIKPAPAN — Sebanyak 24 tim Emergency Response Team (ERT) dari perusahaan pertambangan dan industri di Indonesia serta Australia unjuk kemampuan dalam Challenge Indonesia Mining Emergency Response Community (IMERC) 2026 Hosted by PT Putra Perkasa Abadi (PPA).

Para peserta dihadapkan pada berbagai skenario penyelamatan yang dirancang menyerupai kondisi darurat di lapangan.
Para peserta dihadapkan pada berbagai skenario penyelamatan yang dirancang menyerupai kondisi darurat di lapangan.

 

Kompetisi memasuki hari pertama pada Jumat (7/8), yang digelar di Training Ground Garuda Rescue Nusantara (GRN), Kalimantan Timur. Para peserta dihadapkan pada berbagai skenario penyelamatan yang dirancang menyerupai kondisi darurat di lapangan.

Enam nomor challenge dipertandingkan pada hari pertama, yakni Theory Test, Road Crash Rescue, Underwater Rescue & Recovery, Vertical Rescue, Confined Space Rescue, dan Structural Fire Fighting.

Berbagai tantangan tersebut tidak hanya menguji keterampilan teknis peserta, tetapi juga kecepatan dan ketepatan dalam mengambil keputusan. Setiap tim dituntut mampu menerapkan prosedur keselamatan, berkomunikasi secara efektif, serta menjaga kekompakan ketika menghadapi situasi kritis.

Kompetisi ini sebelumnya resmi dibuka melalui Opening Ceremony pada Kamis (6/8).
Ketua Steering Committee IMERC 2026, Dr. David Winowatan, mengatakan IMERC tidak sekadar menjadi ajang untuk mengukur kemampuan para rescuer. Kompetisi tersebut juga menjadi ruang untuk bertukar pengalaman dan meningkatkan kompetensi dalam menghadapi kondisi darurat.
“Garuda Rescue Nusantara merupakan rumah bagi seluruh rescuer Indonesia. IMERC ini menjadi ajang untuk saling berbagi, saling menyamakan persepsi, dan meningkatkan kompetensi. Yang belum mengerti dapat bertanya, sementara yang sudah mengerti dapat berbagi,” ujar David.

Menurutnya, semangat berbagi pengalaman menjadi bagian penting dalam membangun budaya keselamatan, khususnya di lingkungan industri yang memiliki tingkat risiko tinggi.

Melalui kompetisi tersebut, para peserta tidak hanya dituntut mampu melakukan tindakan penyelamatan dengan cepat, tetapi juga memastikan setiap tahapan dilakukan secara aman, terukur, dan sesuai prosedur.

Warga dapat menyaksikan langsung berbagai simulasi penyelamatan yang dilakukan para ERT di Training Ground GRN tanpa dipungut biaya.

Kesempatan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk melihat secara langsung bagaimana tim penyelamat bekerja ketika menghadapi situasi darurat.

Selain menyaksikan kompetisi, pengunjung juga dapat menikmati berbagai produk UMKM lokal yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut. Kehadiran UMKM membuat gelaran IMERC tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang interaksi antara industri, komunitas rescuer, pelaku usaha, dan masyarakat.

Bagi masyarakat yang tidak dapat hadir langsung, rangkaian kompetisi dapat disaksikan melalui siaran langsung di kanal YouTube resmi Garuda Rescue Nusantara.
Kompetisi berlanjut pada Day 2 Challenge, Sabtu (8/8). Sebanyak lima nomor kembali dipertandingkan, yakni Road Crash Rescue, Underwater Rescue & Recovery, Vertical Rescue, Confined Space Rescue, dan Structural Fire Fighting.

IMERC 2026 berlangsung 6–9 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Garuda Rescue Nusantara dengan Mining Emergency Rescue Competition (MERC) Australia, serta mendapat dukungan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Penyelenggaraan IMERC diharapkan menjadi wadah berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi ERT sekaligus memperkuat jejaring dan kolaborasi antarresponden darurat.

Lebih jauh, ajang tersebut membawa pesan bahwa keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat bukan hanya menjadi tanggung jawab tim penyelamat maupun perusahaan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.

Editor : Wawan
IMERC k3