Ini Perbedaan MBG di Indonesia dengan Program Makan Siang di Sekolah di Jepang


PROKAL.CO-Ini beberapa perbedaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia dengan program makan siang di sekolah di Jepang, yang dikumpulkan media ini dari berbagai sumber.
Awal mula
Indonesia: 6 Januari 2025. Program ini bagian dari realisasi program kampanye Presiden RI, Prabowo Subianto.
Menu yang disajikan tiap hari bervariasi. Salah satu contoh menu, nasi putih, ayam goreng tepung, sayur bening bayam, dan buah pisang.
Jepang: Makan siang di sekolah sudah dikenal sejak 1889. Dimulai di Prefektur Yamagata. Menu awalnya nasi, salmon asin, dan acar. Pada 1927, menunya berubah, nasi putih, makarel, sup miso dengan sayuran. Pada 1945 ada tambahan susu skim (tanpa lemak).
Baca Juga: Sejarah Makan Siang
Biaya
Indonesia: MBG di sekolah-sekolah gratis, pakai dana APBN melalui Badan Gizi Nasional (BGN).
Jepang: Makan siang di sekolah-sekolah di Jepang, termasuk negeri, berbayar. Ini biaya makan siang di sekolah di Jepang saat media ini menyambangi sebuah sekolah terpadu (SD-SMP) Shibuya di kawasan Honmachi, Tokyo, Rabu (23/5/2018).
- Murid SD kelas bawah dikenakan 237 yen per sekali makan. Atau setara Rp 29.625 dengan kurs 1 yen Rp 125, saat itu.
- Murid SD kelas menengah dikenakan 251 yen per sekali makan siang.
- Murid SD kelas atas 265 yen per sekali makan.
- Siswa SMP dikenakan 322 yen per sekali makan.
Sasaran
Indonesia: Menu Program MBG tak hanya untuk pelajar tapi juga untuk kelompok rentan. Yakni, ibu hamil, ibu menyusui, dan bawah lima tahun (balita).
Jepang: Makan siang di sekolah hanya untuk pelajar dan guru masing-masing sekolah.
Yang mengolah menu
Indonesia: Program MBG dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Menu dibuat oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola oleh mitra pemerintah.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




