Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lautan Manusia Padati Kota Budaya, Turis di Kyoto Tembus 62 Juta Orang Hingga Memicu Keluhan Macet dan Kepadatan

R
Penulis: Redaksi Prokal❯
Kuil Kiyomizudera
Kuil Kiyomizudera

Advertisement

PROKAL.CO— Kota bersejarah Kyoto di Jepang kembali mengukir rekor fenomenal dalam industri pariwisatanya. Sepanjang tahun lalu, jumlah pelancong domestik maupun mancanegara yang memadati kota dengan sejuta kuil indah ini melampaui angka 60 juta orang untuk pertama kalinya dalam sejarah. Berdasarkan hasil survei resmi Pemerintah Kota Kyoto, total wisatawan yang berkunjung menembus 62,8 juta orang, diiringi lonjakan nilai belanja turis yang mencapai rekor fantastis sebesar 2,5 triliun yen.

Sektor penginapan menunjukkan dominasi yang kian kuat dari para wisatawan mancanegara. Dari total 16,6 juta tamu yang menginap di hotel dan ryokan, porsi antara pelancong domestik sebanyak 8,5 juta dan turis internasional sebanyak 8,1 juta sebenarnya relatif berimbang. Namun, karena durasi menginap wisatawan asing jauh lebih panjang, akumulasi malam menginap mereka pada akhirnya menyumbang lebih dari separuh total reservasi penginapan di seluruh penjuru kota.

Dari Kuil Kiyomizudera Hingga Wisata Edukasi Sekolah

Advertisement

Dalam survei yang melibatkan ribuan responden tersebut, kuil ikonik Kiyomizudera mengukuhkan posisinya sebagai destinasi paling favorit setelah dipilih oleh hampir 70 persen wisatawan. Posisi favorit berikutnya berturut-turut diisi oleh Kastil Nijō, kawasan bersejarah Gion, Kuil Fushimi Inari dengan gerbang merahnya yang khas, hingga area di sekitar Stasiun Kyoto. Tak hanya memikat turis umum, Kyoto juga masih menjadi pusat magnet wisata edukasi dengan kedatangan sekitar 670 ribu siswa sekolah—angka yang setara dengan satu dari setiap lima pelajar di seluruh Jepang yang melakoni perjalanan studi.

Bayang-bayang Overtourism di Tengah Tingginya Kepuasan Wisatawan

Di balik capaian angka yang mengesankan tersebut, gelombang turis yang membludak mulai memicu riak kekecewaan. Meski secara umum lebih dari 90 persen wisatawan mengaku puas dengan pengalaman liburan mereka, hampir separuh wisatawan domestik dan seperlima wisatawan asing melaporkan adanya hal mengecewakan selama kunjungan. Keluhan paling utama berkisar pada masalah overtourism, mulai dari antrean panjang di objek wisata populer, penumpukan massa, hingga kemacetan dan kepengapan transportasi publik yang kurang praktis saat padat penumpang. Kondisi ini kian diperparah oleh cuaca panas terik yang menyengat serta padatnya jadwal perjalanan yang menyita waktu santai para pelancong. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Terbuka Peluang Bekerja di Jepang, Ini Bekal yang Harus Dimiliki

Terbuka Peluang Bekerja di Jepang, Ini Bekal yang Harus Dimiliki

Wamenaker, Afriansyah Noor, menekankan pentingnya kompetensi dan kemampuan bahasa asing bagi tenaga kerja yang ingin ke luar negeri.

Ini untuk Warga Paser, Ada Program Magang ke Jepang, Dibiayai Full, Cuma untuk Sembilan Orang

Ini untuk Warga Paser, Ada Program Magang ke Jepang, Dibiayai Full, Cuma untuk Sembilan Orang

PT Kideco Jaya Agung bekerja sama dengan ISO Jepang membuka pendaftaran Program Pemagangan SDM Paser ke Jepang.

Ini Perbedaan MBG di Indonesia dengan Program Makan Siang di Sekolah di Jepang

Ini Perbedaan MBG di Indonesia dengan Program Makan Siang di Sekolah di Jepang

Ini beberapa perbedaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia dengan program makan siang di sekolah Jepang, dari sejumlah sumber.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer