SAMARINDA — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur kian mengkhawatirkan setelah munculnya titik api baru di Kabupaten Paser dan Kutai Kartanegara (Kukar). Merespons lonjakan kasus tersebut, Pemerintah Provinsi Kaltim kini menyusun draf usulan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Berdasarkan data BNPB, puluhan hektare lahan terbukti hangus dilalap si jago merah dalam beberapa hari terakhir. Di Kabupaten Paser, kebakaran melahap 25,29 hektare kawasan taman konservasi bervegetasi gambut dan semak belukar. Sementara itu, di Kukar, luas lahan terbakar membengkak hingga 49,55 hektare dengan titik terparah berada di Kelurahan Pendingin, Sangasanga.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, mengungkapkan bahwa frekuensi laporan kebakaran terus melonjak tajam hingga mencapai puluhan kejadian per hari.
"Saat ini kejadian paling banyak di Paser, ada sekitar 70-an kejadian. Kami sedang menyusun draf usulan OMC kepada BNPB, di samping beberapa daerah yang juga sudah mengusulkan mandiri," terang Buyung, Jumat (21/8/2026).
Ibu Kota Nusantara Turun Tangan
Selain skema OMC tingkat provinsi, kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) juga dijadwalkan menggelar operasi hujan buatan secara mandiri pada 22–27 Agustus 2026. Langkah ini diharapkan turut memberi dampak penyiraman alami ke wilayah buffer di sekitarnya, termasuk Samarinda, Berau, dan perbatasan Paser yang mulai tertutup asap tipis.
BPBD Kaltim menegaskan, meski pemadaman darat telah berhasil memadamkan api permukaan, pemantauan ketat di lahan gambut tetap dilakukan karena potensi bara api bawah tanah yang memicu kebakaran ulang. Pemprov Kaltim pun melarang keras masyarakat membuka lahan dengan cara membakar. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co