Kaltim Dikepung Karhutla: 752 Hektare Lahan Hangus, Status Kewaspadaan Naik ke Kategori Sedang

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 07:45 WIB
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Buyung Dodi Gunawan. (ARIF FADILLAH/BALPOS)
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Buyung Dodi Gunawan. (ARIF FADILLAH/BALPOS)

PROKAL.CO- Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengepung wilayah Kalimantan Timur kian mengkhawatirkan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim mencatat akumulasi kejadian karhutla telah menembus 273 kasus dengan total area yang hangus terbakar mencapai sekitar 752 hektare. Maraknya titik api memaksa otoritas daerah mendongkrak tingkat kewaspadaan dari kategori baik menuju sedang.

"Kita tetap waspada karena kondisi yang sebelumnya baik sudah menjadi sedang," tegar Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan.

Kondisi tanah yang mengering parah di tengah puncak musim kemarau membuat vegetasi semak belukar dan lahan pertanian milik warga amat rentan tersulut api. Buyung membeberkan bahwa oltre faktor alam yang ekstrem, ulah tak bertanggung jawab dari manusia masih mendominasi pemicu petaka lingkungan ini.

"Kelalaian manusia masih menjadi salah satu faktor utama yang memicu munculnya kebakaran," tegas Buyung.

Dari jajaran daerah terdampak, Kota Balikpapan berada di garis depan krisis setelah mencatatkan 32 kasus karhutla. Angka tersebut menempatkan Kota Beriman sebagai salah satu wilayah dengan frekuensi kebakaran tertinggi di Benua Etam. Eskalasi api pun belum menunjukkan tanda peredaan, mengingat dalam sehari saja, BPBD kembali mendeteksi 16 titik karhutla baru yang tersebar di pelbagai kabupaten dan kota.

Dampak karhutla kini mulai mengancam kualitas udara, dengan Kabupaten Berau dan Kabupaten Paser menjadi dua titik pengawasan utama. Di Berau, kepulan asap tebal bersumber dari titik api lokal, sementara Paser mulai mendapat kiriman asap lintas batas yang bergerak dari wilayah Kalimantan Selatan.

Guna mencegah krisis pernapasan warga makin memburuk, BPBD Kaltim bergerak cepat merapatkan barisan bersama dinas kesehatan di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

"BPBD Kaltim terus berkoordinasi dengan dinas kesehatan tingkat provinsi serta kabupaten dan kota untuk mengantisipasi dampak kesehatan yang mungkin ditimbulkan," jelas Buyung.

BPBD melayangkan imbauan keras agar masyarakat menghentikan sama sekali aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar. Kesadaran warga untuk melapor cepat saat menemukan percikan api kecil menjadi kunci utama agar Kaltim tidak terperosok ke dalam bencana asap yang lebih meluas. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
karhutla