PROKAL.CO, Menangis adalah respons alami tubuh terhadap emosi yang kuat, baik itu kesedihan, kebahagiaan, atau kelelahan.
Namun, setelah menangis, banyak orang mengalami mata yang tampak bengkak atau sembab. Apa sebenarnya yang menyebabkan hal ini terjadi?
Menurut dr. Riza Marlina, mata menjadi bengkak setelah menangis karena perubahan keseimbangan cairan di sekitar mata.
Air mata yang keluar saat menangis memiliki kadar air yang lebih tinggi dibandingkan cairan di jaringan sekitar mata.
Area sekitar mata sendiri mengandung cukup banyak garam dan sedikit air, sehingga ketika menangis, jaringan ini menyerap kelebihan air dari air mata yang mengakibatkan pembengkakan dan sembab.
Selain itu, aktivitas menangis juga dapat menyebabkan pembuluh darah di sekitar mata melebar karena peningkatan aliran darah, yang semakin memperparah pembengkakan.
Gesekan yang terjadi akibat mengusap atau mengelap air mata juga dapat membuat kulit di sekitar mata menjadi lebih sensitif dan terlihat lebih bengkak.
Cara Mengatasi Mata Bengkak Setelah Menangis
Agar mata yang bengkak setelah menangis dapat kembali normal lebih cepat, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:
1. Kompres Dingin
Rendam kain bersih atau handuk kecil di air es dingin, lalu tempelkan pada area mata yang bengkak selama beberapa menit. Suhu dingin membantu menyempitkan pembuluh darah dan mengurangi pembengkakan.
2. Tidur dengan Posisi Kepala Lebih Tinggi
Saat tidur, gunakan bantal tambahan agar kepala sedikit lebih tinggi dari tubuh. Hal ini membantu mengurangi retensi cairan di area mata, sehingga pembengkakan dapat berkurang lebih cepat.
3. Gunakan Makeup untuk Menyamarkan
Jika perlu beraktivitas di luar rumah, Anda bisa menggunakan concealer untuk menyamarkan mata yang bengkak atau mengenakan kacamata untuk menutupi efek sembab pada area mata.
Menangis adalah hal yang wajar dan tidak perlu ditahan, namun dengan mengetahui penyebab serta cara mengatasi mata bengkak setelah menangis, Anda bisa merasa lebih nyaman setelah meluapkan emosi.
Jika mata bengkak tidak kunjung reda dalam waktu lama atau disertai gejala lain, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Editor : Rahman Hakim