Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Rahasia Awet Muda Terungkap: Studi Terbaru Jurnal Nature Sebut Tidur 7 Jam Sehari Bikin Organ Tubuh Lambat Menua

Redaksi Prokal • Senin, 8 Juni 2026 | 08:30 WIB
Ilustrasi tidur.
Ilustrasi tidur.

PROKAL.CO- Kunci untuk memperlambat penuaan ternyata tidak melulu soal perawatan kulit yang mahal atau suplemen premium, melainkan dari kebiasaan sederhana saat memejamkan mata di malam hari. Sebuah penelitian berskala besar yang baru saja diterbitkan dalam jurnal ilmiah bergengsi, Nature, menunjukkan bahwa durasi tidur sekitar enam hingga delapan jam per malam berkaitan erat dengan tingkat penuaan biologis yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tidur terlalu sedikit atau justru terlalu lama.

Berdasarkan laporan yang dilansir dari laman Eating Well, para peneliti berhasil memetakan bahwa durasi tidur paling optimal untuk menjaga tubuh tetap bugar berada pada kisaran angka 6,4 hingga 7,8 jam per malam. Sebaliknya, kebiasaan tidur kurang dari enam jam atau melebihi delapan jam dalam sehari justru dikaitkan dengan munculnya tanda-tanda penuaan biologis yang bergerak jauh lebih cepat.

Untuk sampai pada kesimpulan tersebut, tim peneliti melakukan analisis mendalam terhadap rangkaian data dari sejumlah basis data populasi raksasa, termasuk UK Biobank. Basis data ini memuat informasi biologis, rekam medis, hingga gaya hidup dari ratusan ribu partisipan. Para peneliti membedah data kebiasaan tidur yang dilaporkan oleh peserta, hasil pencitraan otak, biomarker darah, hingga catatan kesehatan jangka panjang mereka. Melalui data komprehensif tersebut, tim ahli membandingkan durasi tidur harian dengan 23 indikator penuaan biologis yang terjadi pada berbagai organ serta sistem di dalam tubuh manusia.

Menariknya, alih-alih hanya berpatokan pada usia kronologis atau angka kelahiran seseorang, penelitian ini menggunakan parameter "jam biologis". Metode ini mampu memperkirakan usia sebenarnya dari organ dan sistem tubuh seseorang berdasarkan biomarker riil, seperti hasil pemindaian struktur otak dan pengukuran kadar kimiawi dalam darah.

Hasil analisis komparatif itu membuktikan bahwa hubungan antara durasi tidur dan penuaan biologis terjadi secara masif pada berbagai sistem tubuh yang krusial, termasuk performa otak, kesehatan jantung, hingga jalur-jalur yang berkaitan langsung dengan sistem kekebalan tubuh. Temuan ini menjadi indikasi kuat bahwa kualitas dan kuantitas tidur memengaruhi proses penuaan manusia secara menyeluruh, bukan hanya berdampak pada satu organ atau satu aspek kesehatan tertentu saja.

Dampak buruk dari salah mengatur porsi tidur ini ternyata tidak main-main. Penelitian tersebut juga menemukan fakta bahwa durasi tidur yang terlalu pendek maupun terlalu panjang sama-sama berkaitan dengan peningkatan risiko serangkaian penyakit kronis berbahaya, mulai dari depresi, diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga risiko kematian yang lebih tinggi.

Dari kacamata medis, para peneliti menjelaskan bahwa kondisi kurang tidur memiliki hubungan yang jauh lebih langsung terhadap penurunan kesehatan tubuh melalui mekanisme peningkatan hormon stres, pemicuan peradangan sel, hingga gangguan pada sistem imun. Sementara itu, fenomena tidur yang terlalu lama diduga kuat bukan menjadi penyebab langsung, melainkan lebih berperan sebagai sinyal atau penanda adanya proses penuaan biologis maupun masalah kesehatan lain yang mendasarinya di dalam tubuh.

Kendati membawa temuan yang sangat berharga bagi dunia medis, para peneliti tetap memberikan catatan bahwa studi ini bersifat observasional, sehingga sifatnya baru menunjukkan adanya korelasi kuat dan belum membuktikan secara mutlak bahwa durasi tidur menjadi penyebab tunggal yang langsung mempercepat penuaan. Selain itu, karena data durasi tidur diperoleh berdasarkan laporan mandiri dari para peserta, potensi bias atau ketidakakuratan data dinilai masih tetap ada jika dibandingkan dengan pengukuran tidur yang dilakukan secara objektif menggunakan alat medis di laboratorium.

Terlepas dari keterbatasan metodenya, para peneliti sepakat bahwa temuan ini semakin mempertegas betapa pentingnya menjaga durasi tidur yang cukup, berkualitas, dan konsisten setiap malam. Pola tidur yang disiplin ini harus dipandang sebagai investasi jangka panjang yang krusial dalam mendukung kesehatan menyeluruh sekaligus mewujudkan proses penuaan yang jauh lebih sehat dan alami. (*)

Editor : Indra Zakaria
#tidur