BALIKPAPAN-Seorang driver taksi online di Balikpapan, berinisial D harus berususan dengan aparat kepolisian. Dia diduga melakukan pelecehan terhadap seorang siswi SMK di Balikpapan sebut saja mawar, Senin (7/8) pagi.
Pelecehan yang dialami Mawar bermula saat dia memesan layanan taksi online untuk berangkat sekolah pada Senin (7/8) pagi.
Saat berada di dalam mobil, bukannya dibawa langsung ke sekolah, Mawar yang tinggal di kawasan Prapatan justru dibawa keliling Kota Balikpapan.
Bahkan, dari pengakuan korban, terduga pelaku sempat menghentikan mobil di traffic light sebanyak tiga kali.
Terduga pelaku sempat berhenti dan menunggu tiga kali lampu merah sebelum melanjutkan perjalanan. Di sepanjang perjalanan, terduga juga sempat memegang tangan dan paha korban serta memutar film dewasa di dalam mobil.
Waktu tempuh dari rumah korban ke sekolah yang normalnya 15 menit ditempuh dalam waktu 1 jam lebih.
Sesampainya di sekolah, Mawar menangis dan mengadukan kejadian tersebut ke gurunya. Mawar akhirnya melaporkan kejadian ini kepada salah satu komunitas, KMC.
“Iya mulanya kami mendapat laporan adanya dugaan pelecehan dari salah satu pengguna layanan lewat pesan di instagram,” kata Pembina KMC Joko Triyono saat mendampingi korban melapor ke Mapolresta Balikpapan, Senin (7/8) siang.
Setelah mendapat laporan, pria yang akrab disapa Jek ini langsung menghubungi pihak penyedia layanan untuk memblokir akun terduga pelaku.
“Karena akun tidak bisa digunakan, terduga akhirnya datang ke kantor. Di situ kami amankan yang bersangkutan dan membawanya ke kantot polisi,” ujar Jek. (hul)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan