Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Menyerang Santri, Pria Berparang Itu Akhirnya Minta Maaf

izak-Indra Zakaria • Senin, 30 Oktober 2023 - 20:44 WIB
DAMAI: Idang (41) yang terekam mengacungkan parang kepada santri Ponpes Darussalam, Martapura akhirnya minta maaf, dan kasus berakhir damai. | FOTO: HUMAS POLRES BANJAR UNTUK RADAR BANJARMASIN
DAMAI: Idang (41) yang terekam mengacungkan parang kepada santri Ponpes Darussalam, Martapura akhirnya minta maaf, dan kasus berakhir damai. | FOTO: HUMAS POLRES BANJAR UNTUK RADAR BANJARMASIN

Kasus aksi seorang pria dengan mengacungkan parang kepada sejumlah santri di Pondok Pesantren (Pompes) Darussalam, Martapura, Kabupaten Banjar pada Kamis (25/10) malam, berakhir damai. Tidak sampai 24 jam kasus pengancaman tersebut viral, Polres Banjarbaru berhasil mengamankan pria tersebut.

Dia adalah adalah RF (41) alias Idang, warga Kelurahan Pesayangan, Martapura, Kabupaten Banjar. Idang sempat diamankan pihak berwajib dengan bukti satu bilah senjata tajam jenis parang lengkap dengan sarung berwarna cokelat.

Meski demikian, polisi melakukan upaya damai dengan jalur restorative justice bersama keluarga dan pelapor. Pihak-pihak yang terlibat pun akhirnya mufakat untuk berdamai. 

“Atas permintaan kedua belah pihak, permasalahan diselesaikan secara kekeluargaan,” kata Kepala Seksi Humas Polres Banjar, AKP Suwarji, Minggu (29/10) siang.

Mediasi tersebut dilakukan di Kantor Polsek Martapura dengan dihadiri beberapa santri dan perwakilan masyarakat dari Pesayangan. Idang mengakui bahwa sosok pria yang mengacungkan parang dalam video rekaman CCTV tersebut memang dirinya. Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi murni akibat kesalahpahaman. “Saya tidak bermaksud melukai atau mengancam pihak manapun. Jadi saya meminta maaf kepada Ponpes Darussalam Martapura, dan tidak akan mengulangi lagi,” ucap pelaku dalam video klarifikasi yang diterima Radar Banjarmasin.

Idang berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. “Jika saya kembali mengulanginya, saya siap dituntut sesuai dengan hukum yang berlaku. Sekali lagi saya minta maaf,” katanya.

Salah satu warga yang tinggal di sekitar Ponpes Darussalam, M Makki mengatakan bahwa Idang sering tidur di sebuah toko di dekat ponpes. Pekerjaannya adalah pemulung dan bersih-bersih. Penghasilan yang diperoleh juga tidak menentu.

“Rekaman CCTV jadi viral itu karena isu gangster di Banjarmasin. Padahal faktanya tidak berhubungan sama sekali, dan hanya merupakan kesalahpahaman. Jadi, sudah selesai permasalahan,” ungkapnya.

Aksinya terekam CCTV hari Kamis (26/10) sekira pukul 21.40 Wita. Ketika itu sejumlah santri sedang bertugas membersihkan lingkungan ponpes, dan membuang sampah ke Desa Sungai Sipai. 

Sementara lima lainnya menunggu di depan pondok. Tak lama kemudian, Idang lewat dengan tangan kosong. Kemudian kembali mendekati kelompok santri tersebut dengan membawa sebilah senjata tajam. Tiga dari lima santri lari menghindar ke dalam pondok saat melihat senjata tersebut. Sementara dua lainnya tetap berada di tempat.

Setelah insiden ini, tim Opsnal mulai menyelidiki kasus ini. Setelah mengidentifikasi pelaku, kemudian mengamankannya pada pukul 23.00 Wita di sebuah warung di bawah jembatan Darussalam Martapura.

“Hasil wawancara dengan RF disimpulkan bahwa saat lewat depan gerbang Ponpes Darussalam, ia merasa diteriaki oleh salah satu santri dengan kata-kata yang merendahkan,” ungkap Suwarji.

Meskipun awalnya tidak menanggapi, Idang akhirnya merasa tersinggung ketika diteriaki kembali saat kembali ke warung. Hal ini memicu insiden tersebut. “Problem solving kemarin itu akhirnya menemukan kesepakatan damai,” pungkas Suwarji.(zkr/gr/dye)

 

 
 
 
 
 
Editor : izak-Indra Zakaria