DPRD Kota Pontianak Soroti Remaja Geng Motor Bersajam
Syahriani Siregar• 2024-02-28 10:10:00
ilustrasi geng motor
Maraknya geng motorremaja yang berkeliaran pada malam hari dengan membawa senjata tajam (sajam), turut menjadi perhatian Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Pontianak, Zulfydar Zaidar Mochtar. Menurutnya, perlu kerja bersama dengan melakukan pengawasan oleh semua pihak, agar hal ini bisa diredam.
“Video para remaja yang keluyuran menggunakan sepeda motor di malam hari dengan membawa senjata tajam itu memang sempat viral. Kejadian ini sangat meresahkan masyarakat. Apalagi bagi masyarakat yang pulang di waktu malam,” ujar Zulfydar kepada Pontianak Post, Minggu (25/2) di Pontianak.
Berdasarkan sejumlah sumber, pelakunya, menurut dia, diketahui adalah para remaja.Bahkan, yang membuatnya prihatin lantaran ada yang masih duduk di sekolah menengah pertama. Fenomena ini, diakui dia, pastinya meresahkan masyarakat.
Apapun maksud dari para remaja ini, entah mau mencari viral atau apapun lainnya, pastinya harus disikapi semua pihak dengan serius.Apalagi, menurut dia, kejadian ini terjadi di Kota Pontianak, barometernya Provinsi Kalimantan Barat.
Oleh sebab itu, dia menyarankan, perlunya dilakukan penindakan, tidak hanya oleh pihak sekolah dan dinas terkait akan tanggung jawabnya. Namun para orang tua juga dimintanya untuk melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya.
Ketika para orang tua mendapati anak-anak mereka keluyuran di waktu malam, tanpa penjelasan arah dan tujuannya, mestinya harus disikapi dengan serius.
“Tanyakan si anak mau pergi ke mana?” pinta Zulfydar. Sebagian dari remaja ini, diakui dia juga masih bersekolah. Dimintanya, agar guru BK di sekolah melakukan pendekatan kepada anak-anak tersebut. Tujuannya, menurut dia, adalah untuk memberi pencerahan, dengan harapan kejadian ini tidak terulang lagi. Masyarakat, tak dipungkiri dia, juga resah akibat tindakan negatif para remaja ini.
Dia berharap agar jangan sampai Kota Pontianak yang kini kondisinya aman dan damai, dibuat resah akibat perlakuan para remaja ini.“CCTV juga perlu dipasang di banyak titik. Ini sebagai mata kota, jika terdapat kejadian bisa dilihat langsung di CCTV,” ujarnya.
Jika tidak ditangani cepat, yang dikhawatirkan dia, akibatnya juga akan berdampak pada berbagai sektor.Terutama, sebut dia, pada sektor barang dan jasa, yang diketahui pendapatan daerah di kota ini sebagian besarnya berasal dari sana.
Apabila kota tidak tenang, masyarakat pun, menurut dia, akan takut untuk keluar malam.Dengan demikian orang-orang yang mencari rizki di malam hari, menurutnya, akan terdampak.
Menyikapi persoalan ini, Komisi IV DPRD Kota Pontianak rencananya juga bakal memanggil Dinas Pendidikan, Dinas Perempuan dan Anak, serta Dinas Sosial dalam waktu dekat untuk membahas persoalan ini. (iza)