Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Penganiaya Kakek 84 Tahun Belum Terungkap

Redaksi Sapos • Jumat, 31 Mei 2024 - 23:45 WIB
MISTERI. Polisi sedang memeriksa kamera CCTV yang terpasang di beberapa titik di Jalan Biawan, Gang 10, RT 04, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Samarinda Ilir. (kis)
MISTERI. Polisi sedang memeriksa kamera CCTV yang terpasang di beberapa titik di Jalan Biawan, Gang 10, RT 04, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Samarinda Ilir. (kis)

Prokal.co - Siapa yang tega menganiaya Wiyono (84) masih misteri. Polisi terus melakukan penyelidikan atas peristiwa yang dialami pria lanjut usia (lansia) yang tinggal di Jalan Biawan, Gang 10, RT 04, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Samarinda Ilir itu.

Wiyono ditemukan warga di depan kediamannya pada Senin (27/5) sekitar pukul 12.30 Wita dalam kondisi bersimbah darah. Setelah dicek, terdapat luka di keningnya. Sementara, di bagian kuping dan hidung terus mengeluarkan darah.

Saat ditanya warga, Wiyono mengaku dipukul seseorang menggunakan besi putih usai dia melaksanakan salat Zuhur. Warga yang iba, kemudian membawa Wiyono ke RSUD AW Sjahranie untuk mendapat pertolongan.

Untuk mengungkap kasus ini, Tim Elang Unit Reskrim Polsekta Samarinda Kota bersama Bhabinkamtibmas setempat kembali mendatangi kediaman Wiyono dan memeriksa lingkungan sekitar, Selasa (28/5). Petugas masih berupaya mendapatkan bukti penganiayaan terhadap Wiyono. 

Sasaran petugas kali ini, yakni kamera pengintai atau CCTV yang terpasang di beberapa rumah yang mengarah ke jalan di permukiman padat tersebut. Meski belum ada yang bisa disampaikan kepada awak media, namun petugas menemukan sedikit petunjuk berkaitan aktivitas Wiyono sebelum dirinya ditemukan babak belur.

Warga sekitar menyebut, Wiyono dikenal sebagai pria yang baik. Wiyono sudah cukup lama tinggal seorang diri. Karena usianya yang sudah lanjut, Wiyono diduga mulai mengalami pikun. 

"Awalnya tersiar kabar jika penganiayaan terjadi di sebuah langgar yang ada di pinggir jalan. Tapi kami tidak yakin, sebab langgar itu ramai. Tidak mungkin tidak ada yang tahu," ungkap Fredi (47), seorang warga Sidomulyo.

Selain langgar tersebut ramai, tidak ditemukan bekas penganiayaan seperti ceceran darah atau lainnya di langgar tersebut. Warga berani memastikan jika penganiayaan tidak terjadi di langgar tersebut.

"Informasi dari warga, sempat terdengar suara gaduh di dalam rumah sebelum Wiyono ditemukan babak belur di depan rumahnya. Kemungkinan Wiyono dianiaya di dalam rumahnya," ungkap Fredi.

Apa yang dikatakan Fredi bisa saja terjadi. Sebab, saat dilakukan pemeriksaan, terdapat bercak darah di kasur tempat Wiyono tidur. Disamping itu ditemukan pula bercak darah di celana dan sarung milik Wiyono.

"Namanya juga orang tua. Mungkin dia lupa dimana dia dianaiya. Yang diingat hanya dipukul dengan besi," terang Fredi. Ketua RT 04, Misran menambahkan, Wiyono selama ini tidak pernah membuat masalah. Bahkan, cara bicara Wiyono sangat santun terhadap tetangganya. Sehingga, jika ada orang yang berniat jahat padanya tanpa sebab yang jelas, sangat tidak mungkin.

"Dulu Wiyono ini salatnya selalu di masjid. Tapi karena usia senja pernah lupa pakai celana saat datang ke masjid. Karena malu, akhirnya Wiyono salat di langgar yang di pinggir jalan besar," kata Misran.

Misran dan warga sekitar berharap, kasus yang menimpa salah satu warganya ini, segera terungkap. Sebab, kejadian ini sudah sangat meresahkan. "Untuk Wiyono masih dalam perawatan rumah sakit. Mudahan segera pulih dan ingat peristiwa yang menimpanya dimana dan oleh siapa," tukas Misran. (kis/nha)

Editor : Indra Zakaria