"Awalnya tersiar kabar jika penganiayaan terjadi di sebuah langgar yang ada di pinggir jalan. Tapi kami tidak yakin, sebab langgar itu ramai. Tidak mungkin tidak ada yang tahu," ungkap Fredi (47), seorang warga Sidomulyo.
Selain langgar tersebut ramai, tidak ditemukan bekas penganiayaan seperti ceceran darah atau lainnya di langgar tersebut. Warga berani memastikan jika penganiayaan tidak terjadi di langgar tersebut.
"Informasi dari warga, sempat terdengar suara gaduh di dalam rumah sebelum Wiyono ditemukan babak belur di depan rumahnya. Kemungkinan Wiyono dianiaya di dalam rumahnya," ungkap Fredi.
Apa yang dikatakan Fredi bisa saja terjadi. Sebab, saat dilakukan pemeriksaan, terdapat bercak darah di kasur tempat Wiyono tidur. Disamping itu ditemukan pula bercak darah di celana dan sarung milik Wiyono.
"Namanya juga orang tua. Mungkin dia lupa dimana dia dianaiya. Yang diingat hanya dipukul dengan besi," terang Fredi. Ketua RT 04, Misran menambahkan, Wiyono selama ini tidak pernah membuat masalah. Bahkan, cara bicara Wiyono sangat santun terhadap tetangganya. Sehingga, jika ada orang yang berniat jahat padanya tanpa sebab yang jelas, sangat tidak mungkin.
"Dulu Wiyono ini salatnya selalu di masjid. Tapi karena usia senja pernah lupa pakai celana saat datang ke masjid. Karena malu, akhirnya Wiyono salat di langgar yang di pinggir jalan besar," kata Misran.
Misran dan warga sekitar berharap, kasus yang menimpa salah satu warganya ini, segera terungkap. Sebab, kejadian ini sudah sangat meresahkan. "Untuk Wiyono masih dalam perawatan rumah sakit. Mudahan segera pulih dan ingat peristiwa yang menimpanya dimana dan oleh siapa," tukas Misran. (kis/nha)