Polres Paser terus melakukan upaya intensif dalam mengungkap kasus kekerasan yang terjadi di Dusun Muara Kate, Kecamatan Muara Komam. Kasus ini menyebabkan satu korban meninggal dunia, dan pihak kepolisian berkomitmen untuk mengungkap pelaku di balik peristiwa tragis tersebut.
Kapolres Paser, AKBP Novy Adi Wibowo, dalam kegiatan pres rilis yang berlangsung di ruang Rupa Tama Polres Paser, Selasa (31/12), menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan di lapangan. Proses penyelidikan ini dibantu oleh tim Jatanras Polda Kaltim.
AKBP Novy Adi Wibowo mengungkapkan bahwa penyelidikan di lokasi menghadapi beberapa kendala yang mempersulit pengungkapan kasus. Salah satunya adalah tidak adanya rekaman CCTV yang dapat dijadikan bukti, serta keterbatasan informasi yang diberikan oleh masyarakat setempat.
"Kami menghadapi beberapa kendala, salah satunya tidak ada CCTV, dan kedua, kurangnya keterbukaan masyarakat dalam memberikan informasi," ujar Kapolres Paser.
Meskipun demikian, polisi telah memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangan. Namun, hingga saat ini, hasil penyelidikan belum membuahkan hasil yang signifikan. Pihak kepolisian tetap berusaha keras untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas dari masyarakat setempat.
Kapolres Paser menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti dalam upaya mengungkap kasus ini. Tim kepolisian masih berada di lapangan untuk mengintensifkan penyelidikan dan memaksimalkan pencarian informasi.
"Kami tetap maju dan terus melakukan pemeriksaan. Kami akan mengeksplorasi kemungkinan keterkaitan pihak-pihak yang ada di lokasi. Kami tidak akan menghentikan proses ini karena kasus ini menjadi perhatian besar," tegas AKBP Novy Adi Wibowo.
Dengan komitmen yang kuat, Polres Paser berharap bisa segera mengungkap pelaku kekerasan yang menyebabkan seorang warga meninggal dunia dan memberikan keadilan bagi korban.
Kasus kekerasan yang terjadi di Muara Kate, Kecamatan Muara Komam, masih dalam penyelidikan intensif oleh Polres Paser. Meskipun terdapat beberapa kendala, pihak kepolisian memastikan akan terus berupaya untuk mengungkap pelaku. Kapolres Paser AKBP Novy Adi Wibowo menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menghentikan proses hukum ini demi keadilan bagi korban.
Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kaltim, Kombes Pol Kristiaji, mengungkapkan bahwa proses penyelidikan berjalan lambat akibat terbatasnya informasi dari saksi. Korban yang selamat dalam insiden tersebut menjadi saksi kunci, namun sayangnya, dia tidak dapat mengenali pelaku, bahkan tidak bisa memberikan ciri-ciri yang jelas. Hal ini membuat penyelidikan menjadi semakin sulit.
“Korban selamat menjadi saksi kunci, tapi dia tidak mengenali pelaku, bahkan tak bisa menyebutkan ciri-ciri mereka. Ini membuat penyelidikan kami sangat sulit,” jelas Kristiaji di Mapolda Kaltim pada Selasa (31/12).
Selain minimnya keterangan saksi, tantangan lain yang dihadapi polisi adalah lokasi kejadian yang terletak di daerah terpencil. Keterbatasan jaringan komunikasi di wilayah tersebut menjadi kendala besar bagi tim penyidik. Area tersebut hanya memiliki jaringan 2G, yang membuat upaya pelacakan melalui data telekomunikasi hampir mustahil dilakukan.
“Kami kesulitan melacak siapa saja yang berada di lokasi karena teknologinya hanya mendukung 2G. Situasi ini sangat menyulitkan,” ungkap Kristiaji.
Meskipun menghadapi kendala tersebut, Polda Kaltim tidak menyerah dalam usaha untuk mengungkap kasus ini. Tim penyidik memperluas pencarian bukti hingga ke wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel). Mereka terus menyisir jalur-jalur yang diduga terkait dengan peristiwa ini untuk menemukan petunjuk baru.
“Tim kami masih berada di lapangan, termasuk di Kalsel, untuk menelusuri bukti yang mungkin terkait. Setiap sudut dan jalur kami periksa secara menyeluruh,” katanya.
Polda Kaltim menduga insiden ini terjadi akibat perkelahian yang berujung pada kematian Russel. Namun, polisi meyakini bahwa pelaku bukanlah kelompok profesional atau terlatih.
“Sepertinya ini terjadi karena perkelahian biasa. Pelaku kemungkinan menang secara fisik. Tapi untuk jumlah pelaku dan detail lainnya, kami belum tahu pasti,” kata Kristiaji.
Meski minimnya bukti dan informasi menjadi tantangan besar, Polda Kaltim tetap berkomitmen untuk mengungkap kasus ini demi keadilan bagi korban dan keluarganya. Penyidik akan terus bekerja keras dalam upaya mencari bukti yang dapat mengarah pada identitas pelaku.
Kasus pembunuhan tragis yang menimpa Russel (60), warga Desa Muara Kate, Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser, pada 15 November 2024 lalu, hingga kini masih menjadi misteri. Polisi hingga saat ini masih kesulitan mengungkap identitas pelaku yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan yang juga menyebabkan Anson (55) kritis. Insiden tersebut dikaitkan dengan konflik yang terjadi terkait penyetopan truk hauling batu bara yang sempat ramai di wilayah tersebut.(ran/vie)
Editor : Indra Zakaria