Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Terlibat Pembunuhan Sadis, Uniska Siapkan Sanksi Tegas untuk Mahasiswa Fakultas Hukum

Redaksi Prokal • 2025-12-27 09:24:06
Tersangka.
Tersangka.

BANJARMASIN – Dunia pendidikan di Kalimantan Selatan diguncang kabar duka sekaligus mengerikan. Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari kini tengah bersiap mengambil langkah disipliner berat terhadap salah satu mahasiswanya, Muhammad Seili, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan sadis.

Ironisnya, Muhammad Seili bukan sekadar mahasiswa biasa di Fakultas Hukum Uniska; ia juga merupakan seorang anggota Polri aktif. Ia diduga kuat menjadi dalang di balik tewasnya Zahra Dilla (20), mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang jasadnya ditemukan di selokan kawasan Kampus STIHSA Banjarmasin.

Kepala Lembaga Etik Uniska, Adwin Tista, mengonfirmasi bahwa identitas tersangka memang tercatat dalam pangkalan data mahasiswa kampus tersebut.

"Terdaftar. Cocok," singkat Adwin saat memberikan konfirmasi pada Jumat (26/12/2025) pagi. Meski membenarkan status kemahasiswaan tersangka, Adwin masih enggan merinci langkah teknis yang akan diambil dan mengarahkan koordinasi lebih lanjut kepada pihak dekanat.

Dekan Fakultas Hukum Uniska, Afif Khalid, menyatakan bahwa pihaknya sudah mengetahui keterlibatan mahasiswa tersebut. Namun, karena saat ini lingkungan kampus masih dalam suasana libur, pengecekan status akademik secara mendalam (aktif atau tidaknya) baru akan dilakukan dalam waktu dekat.

Afif menegaskan bahwa Uniska akan menghormati proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian sebelum menjatuhkan sanksi akademik permanen seperti Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) atau Drop Out.

"Kita tunggu inkrah pengadilan untuk status tersangka yang masih belum jelas. Untuk tindakan (etik), kami serahkan sepenuhnya ke Lembaga Etik," ujar Afif Khalid tegas.

Kasus ini mulai terkuak setelah Satreskrim Polresta Banjarmasin bersama tim gabungan melakukan investigasi atas penemuan mayat perempuan di depan Kampus STIHSA. Korban, Zahra Dilla, diduga dibunuh dengan cara yang sadis.

Keterlibatan Muhammad Seili sebagai anggota kepolisian sekaligus mahasiswa hukum menambah sorotan tajam dari publik. Masyarakat mendesak agar proses hukum dilakukan secara transparan mengingat latar belakang pelaku yang seharusnya menjadi penegak hukum.

Hingga saat ini, Muhammad Seili masih menjalani pemeriksaan intensif di Polresta Banjarmasin untuk mendalami motif di balik tindakan keji tersebut. (*)

Editor : Indra Zakaria