Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Misteri Tato Tengkorak Terpecahkan: Identitas Jenazah di Jalan Tjilik Riwut Terungkap sebagai Warga Pulang Pisau

Redaksi Prokal • 2026-02-13 11:15:00
ilustrasi mayat
ilustrasi mayat

PALANGKA RAYA – Teka-teki identitas jenazah pria bertato yang ditemukan di ruas Jalan Tjilik Riwut kilometer 50, Kecamatan Bukit Batu, akhirnya menemui titik terang. Jasad yang sebelumnya dijuluki sebagai "Mr. X" tersebut teridentifikasi berinisial A, seorang warga asal Kabupaten Pulang Pisau. Kepastian identitas ini diperoleh setelah pihak keluarga mengenali ciri khas tato yang merajah tubuh korban.

Penemuan jenazah pada Kamis (5/2/2026) lalu sempat menggegerkan warga karena kondisinya yang sangat mengenaskan, dengan luka parah di bagian kepala dan tanpa mengenakan pakaian. Meski identitas korban sudah dikantongi, pihak kepolisian hingga kini masih bekerja ekstra untuk mengungkap penyebab pasti kematian almarhum, apakah murni akibat kecelakaan lalu lintas atau terdapat unsur tindak pidana.

Kapolsek Bukit Batu, Ipda Muhammad Hafizh Ramadhan, mengonfirmasi bahwa proses penyelidikan kini telah memasuki babak baru. Sebagai langkah pendalaman, pihak kepolisian telah menggelar pra-rekonstruksi pada Selasa malam (10/2) untuk menyusun kembali rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan tak bernyawa. Dalam agenda tersebut, polisi menghadirkan tiga rekan korban yang statusnya masih sebagai saksi untuk memberikan keterangan di lokasi kejadian.

Berdasarkan hasil pra-rekonstruksi, terungkap bahwa korban sebelumnya berangkat bersama ketiga saksi untuk bekerja di Kabupaten Katingan. Namun, dalam perjalanan, korban diduga turun dari kendaraan di sekitar kilometer 51. Petugas yang melakukan penyisiran di lokasi tersebut berhasil menemukan barang bukti berupa kaus hitam bergambar kelelawar milik korban, yang letaknya terpaut cukup jauh dari posisi penemuan jenazah.

Keterangan dari para saksi menyebutkan bahwa mereka sempat membujuk korban untuk kembali masuk ke dalam mobil, namun ajakan tersebut ditolak sehingga korban akhirnya ditinggalkan di lokasi tersebut. Proses pra-rekonstruksi yang melibatkan personel gabungan dari berbagai satuan ini bertujuan untuk mensinkronkan keterangan saksi dengan temuan fisik di lapangan guna memperjelas kronologi kejadian. Hingga saat ini, kepolisian terus melakukan evaluasi terhadap seluruh fakta yang terkumpul untuk mengungkap kebenaran di balik tragedi tersebut. (*)

Editor : Indra Zakaria