PONTIANAK – Dipicu dendam akibat penarikan unit mobil oleh pihak leasing, seorang pria berinisial AF menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekelompok orang di sebuah warung kopi di kawasan pertokoan Khatulistiwa Plaza, Jalan Diponegoro, Pontianak. Salah satu pelaku yang berhasil diringkus polisi ternyata merupakan pecatan anggota Polri.
Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Endang Tri Purwanto, mengonfirmasi bahwa insiden berdarah tersebut terjadi pada Kamis (16/4). Dari hasil penyelidikan sementara, terdapat tiga orang pelaku yang terlibat, di mana satu orang berinisial K telah diamankan, sementara dua lainnya masih dalam pengejaran.
"Satu pelaku berinisial K sudah kami amankan, dia adalah pecatan anggota Polri. Berdasarkan keterangan, ada kurang lebih tiga pelaku yang melakukan pemukulan terhadap korban," ujar Kombes Pol Endang dalam konferensi pers di Mapolresta Pontianak, Senin (20/4).
Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 11.39 WIB, saat korban datang ke lokasi setelah sebelumnya dihubungi untuk bertemu. Setibanya di warkop, korban berniat menyapa pelaku K, namun tawaran salaman ditolak. Tak berselang lama, serangan mendadak datang dari arah belakang korban.
Korban dipukul bertubi-tubi di bagian wajah hingga terjatuh ke lantai. Ironisnya, saat sudah tidak berdaya, para pelaku tetap menyerang korban menggunakan kursi plastik dan gelas kaca yang diarahkan tepat ke bagian kepala. Aksi keji tersebut baru berhenti setelah saksi dan anggota polisi yang berada di lokasi melerai pertikaian tersebut.
Akibat pengeroyokan ini, AF menderita luka serius. Korban mengalami luka robek di kepala bagian kanan yang memerlukan lima jahitan, lebam di bawah mata, serta tiga gigi depan yang tanggal.
Tim Jatanras Polresta Pontianak berhasil melacak keberadaan K di kawasan Kampung Beting, Kecamatan Pontianak Timur, pada Jumat (17/4). Tanpa perlawanan berarti, K digelandang ke Mapolresta Pontianak untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi kini fokus memburu dua pelaku lainnya yang identitasnya sudah dikantongi guna menuntaskan kasus kekerasan yang dipicu persoalan debt collector ini. (*)
Editor : Indra Zakaria