PROKAL.CO- Tabir gelap di balik kematian tragis Agata Baoksuni, perempuan asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ditemukan terkubur di belakang rumahnya di Desa Kerabu, Arut Utara, mulai terkuak. Hasil otopsi yang dilakukan oleh tim dokter forensik RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun mengungkap bahwa korban mengalami penyiksaan fisik yang brutal sebelum akhirnya meregang nyawa.
Berdasarkan pemeriksaan medis yang dilakukan pada Selasa (21/4), dokter forensik menemukan bukti kekerasan berat yang dialami korban. Agata diperkirakan tewas akibat trauma hebat di bagian kepala yang disebabkan oleh hantaman benda tumpul. Luka tersebut mengakibatkan robekan di dahi bagian kanan serta pembekuan darah pada jaringan otak yang sangat fatal.
Tidak hanya di bagian kepala, tim medis juga menemukan adanya luka trauma di bagian dada korban yang juga diakibatkan oleh benturan benda keras. Dokter forensik RSUD Sultan Imanuddin, dr. Erianto, menjelaskan bahwa seluruh luka yang ditemukan pada tubuh korban konsisten dengan serangan menggunakan benda tumpul, dan tidak ditemukan adanya luka akibat senjata tajam pada jasad jenazah.
Terkait kondisi korban saat dikuburkan, dr. Erianto membantah spekulasi bahwa korban dikubur hidup-hidup. Namun, ia menduga kuat bahwa saat proses penguburan terjadi, korban sedang berada dalam kondisi penurunan kesadaran yang sangat dalam atau kritis akibat luka-luka di kepalanya sebelum akhirnya benar-benar meninggal dunia.
Kondisi jenazah saat diotopsi sudah mulai mengalami pembusukan, yang memperkuat perkiraan bahwa korban telah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelum ditemukan oleh warga pada Senin malam. Saat ini, hasil otopsi tersebut menjadi bukti kunci bagi pihak kepolisian untuk memburu pelaku utama, yang diduga kuat merupakan suami korban sendiri, guna mempertanggungjawabkan perbuatan sadis tersebut di hadapan hukum. (*)
Editor : Indra Zakaria