Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tragedi Pilu di Banjarbaru: Balita 3 Tahun Tewas Diduga Dianiaya Ibu Kandung, Jasad Penuh Luka dan Bekas Siraman Air Panas

Redaksi Prokal • Minggu, 7 Juni 2026 | 07:39 WIB
Ilustrasi kekerasan terhadap anak.
Ilustrasi kekerasan terhadap anak.

PROKAL.CO- Sebuah tragedi kemanusiaan yang amat memilukan mengguncang warga Jalan Kasturi 2, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru. Seorang balita perempuan tak berdosa berinisial NS yang baru menginjak usia 3 tahun, harus meregang nyawa dengan cara yang sangat tragis. Korban diduga kuat tewas setelah menjadi korban penganiayaan keji yang dilakukan oleh ibu kandungnya sendiri, berinisial S. Kekejaman tersebut meninggalkan bekas luka mengerikan di sekujur tubuh korban, di mana selain dipukuli secara berulang kali, balita malang itu juga diduga kuat sempat disiram menggunakan air panas sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhirnya.

Aksi keji ini baru terendus dan dilaporkan ke pihak berwajib setelah prosesi pemakaman jasad korban selesai dilaksanakan. Pihak keluarga besar yang hadir saat pemakaman mencium adanya kejanggalan yang sangat tidak wajar pada kondisi fisik jenazah NS. Berangkat dari kecurigaan tersebut, keluarga segera melayangkan laporan resmi ke Polsek Liang Anggang. Merespons laporan yang menyayat hati ini, aparat kepolisian bergerak cepat mengamankan terduga pelaku S untuk menjalani pemeriksaan intensif demi mengungkap motif di balik tindakan di luar batas kemanusiaan tersebut.

Kapolsek Liang Anggang, Kompol Heru Setiawan, membenarkan adanya peristiwa memilukan yang terjadi di wilayah hukumnya. Untuk membongkar tabir kematian korban secara ilmiah dan mengumpulkan alat bukti yang akurat, pihak kepolisian langsung menjadwalkan proses ekshumasi atau pembongkaran kembali makam korban guna kepentingan autopsi forensik. Kompol Heru menegaskan bahwa penanganan kasus ini akan dilakukan secara mendalam, transparan, dan menyeluruh, di mana detail perkembangan penyidikan nantinya akan disampaikan secara resmi oleh Kapolres Banjarbaru setelah seluruh bukti-bukti kuat telah rampung dikumpulkan.

Duka dan penyesalan mendalam kini menyelimuti perasaan keluarga besar korban, terutama Husnul Khotimah, tante dari NS. Sambil berlinang air mata, Husnul menceritakan bahwa pihak keluarga sebenarnya sudah lama memendam kekhawatiran sejak ibu kandung korban memutuskan menikah lagi dan membawa NS tinggal bersama ayah sambungnya. Keluarga bahkan sempat memohon agar NS diserahkan saja kepada mereka untuk dirawat dan dibesarkan. Namun, niat tulus tersebut ditolak mentah-mentah oleh S yang sesumbar sanggup menghidupi anak kandungnya sendiri.

Kenyataan yang berbanding terbalik kini justru harus diterima keluarga saat mendapati keponakan mereka yang dikenal sebagai sosok bocah yang cantik, aktif, dan ceria, pulang dalam keadaan terbujur kaku dengan tubuh penuh luka. Sembari melepas kepergian NS dengan doa agar keponakannya mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, pihak keluarga menuntut keadilan yang seadil-adilnya dan berharap agar pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatan kejam yang telah dilakukannya.(*)

Editor : Indra Zakaria
#banjarbaru